SyamJr's WebBlog

Kemaren, hari Minggu 09 Nopember 2008 saya diminta untuk memberikan kata sambutan untuk acara pernikahan anak seorang sahabat yang sudah seperti saudara sendiri. Dengan demikian anaknya yang akan menikahpun sudah seperti anak sendiri. Jadi saya diminta untuk memberikan kata sambutan atasnama beliau dan keluarga.

Ternyata saya gelagapan juga karena tidak begitu siap, meskipun saya sudah sering menjadi saksi dalam acara ijab kabul tetapi untuk berpidato, memberikan kata sambutan pada acara pernikahan belum pernah. Beranjak dari pengalaman galagapan ini saya mencoba membuat teks pidato kata sambutan. Teks sengaja dibuat tidak berpanjang panjang agar audiens tetap fokus kepada pasangan mempelai.

Barangkali diantara teman teman, tante, oom, pak cik, pak de, paman, julak, adik adik..yang secara dadakan butuh teks kata sambutan untuk acara pernikahan. Silahkan copy dan paste…dan tambahkan sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat.

Teksnya ada dihalaman berikut. Terima kasih telah mampir di blog ini. 🙂 Baca entri selengkapnya »

What’s originally view landscape of Banjarmasin, the capital city of South Kalimantan Province – Indonesia that often namely as the  City of thousand river. It is located at 3°20′S, 114°35′E, lies on a delta island near the junction of the great Barito river and Martapura river. Banjarmasin is sometimes called the “River City”. Its population is about 567,000 (2003).

Pictures ( below) manipulated the original landscape. Young designer Shen Shadiqien changes the image become more exotic view by editing techniques. That’s looks like my dreaming city…wow

*****

Banjarmasin, Kota Impian di Jembatan Antasari

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Happy New Year 2017 – Selamat Tahun Baru 2017. Sukses mengarungi samudera kehidupan. Sukses masa depan. Kedamaian dan kesejahteraan selalu bersama anda. Semoga Allah Memberkati. Peace be upon you #PeaceBeUponYou #PBU

Sejak jaman Nabi Adam AS bersama Siti Hawa hingga kapanpun atau katakanlah sampai “lebaran kuda” yang namanya manusia selalu berinteraksi, disebut interaksi sosial. Guru bapaknya para guru kakek guru biang guru moyang guru menyebutnya bahwa manusia adalah makhluk social.
Interaksi social memerlukan aturan yang disebut hukum. Bagaimana hukum terbentuk, tentu ada prosesnya, diantaranya adalah proses politik. Hukum membentuk kekuasaan dan kekuasaan menjadi rebutan yang memerlukan dukungan public yang terkait dengan perilaku social karena kepentigan yang beragam dan tingkat kecerdasan atau inteletualitas serta keyakinan yang berbeda.
Dalam konsep keagamaan, perilaku social atau moralitas membutuhkan bimbingan. Secara teologis, hanya Tuhan yang maha kuasa yang menjadi sumber bimbingan kehidupan manusia sebab Tuhan adalah yang maha pencipta. Tuhan turunkan Nabi Adam AS sebagai pemimpin di bumi.
Tuhan turunkan para pemimpin atau leader, para nabi dan rasul yang menerima wahyuNya sebagai pedoman moralitas manusia agar kehidupan manusia penuh kedamaian . Kehidupan manusia yang ibadah. Inilah konsep leadership dari pandangan keagamaan.
Tetapi kita sering dengar orang mengatakan agar antara agama dan politik harus dipisahkan. Pandangan seperti ini saya kira bersumber pada filsafat materialism yang menganggap bahwa alam ada dengan sendirinya tanpa penciptaan. Filsafat yang membantah teologi, bahwa alam semesta raya ini diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, bukan ada dengan sendirinya.
Filsafat meterialisme yang kemudian memunculkan atheism. Tegasnya mereka yang memisahkan agama dari politik – politik terpisah dari agama adalah pendukung atheism – pendukung teori meterialistik. Ideologi komunisme. Pandangan ini juga merupakan pandangan lieberalisme karena liberalisme adalah sisi lain dari materialisme pada sekeping koin.
Keduanya berlawanan dengan pandangan keagamaan – kedua paham tersebut tidak mengakui penciptaan, membantah sunatulah , tidak mau dengan aturan tuhan. Pertentangan ideologis ini memunculkan gerakan politik yang merupakan keniscayaan. Jadi bagaiama mungkin muncul premis yang mengatakan bahwa antara agama dan politik harus dipisahkan.
Sampai “lebaran kuda” antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan.****

Banjarmasin, 12 Nopember 2016

Syam JrRakyat yang cerdas tidak akan mendukung politik transaksional sebab hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yaitu semangat anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KKN. Politik bagi bagi jabatan sebagai imbalan dukungan politik bersifat transaksional dan karenanya diangap sebagai bentuk praktik KKN. Jargon politik yang ampuh – Rakyat sudah cerdas.
Jargon anti politik transaksional menjadi salah satu isu strategis Joko Widodo memenangkan jabatan Presiden. Isu strategis terkait dengan opini dikembangkan bahwa rakyat yang sudah cerdas, tidak akan mendukung politik bagi bagi jabatan, politik transasional. Isu strategis ini bermakna pemisahan atau mungkin lebih tepat pengelompokan pada tingkat grass root. Bahwa memilih Jokowi berarti masuk dalam kelompok jajaran rakyat yang cerdas.
Dapat dipelajari bahwa cara ini adalah cara yang ampuh dalam rangka kampanye pemenangan pemilihan presiden dimasa yang akan datang. Pengalaman menjadi pertimbangan langkah berpolitik ke depan, terlepas dari apakah implikasinya negative atau sebaliknya. Membangun suatu plat form anti politik transaksional guna menggalang dukungan politik rakyat. Mesin politik pendukung bekerja pada suatu plat form tersebut dengan isu utama yaitu bahwa rakyat yang cerdas anti KKN, anti bagi bagi jabatan, anti politik transaksional.
Mesin politk berupa organisasi kelompok kerja yang disebut sebagai kelompok relawan. Diantaranya sebut saja Relawan Salam Dua Jari Jokowi dengan figure Fadjrul Rachman. Relawan Kawan Jokowi dengan tokoh muda Diaz Hendropriyono. Imam Sugema – Megawati Institute. Relawan tim ahli Hendri Safarini, Pataniari Siahaan, Sony Keraaf. Relawanyang masuk Tim Transisi yaitu Hironimus Hilopak dan Cahaya Dewi Rembulan Sinaga.
Tapi itu semua hanya sekadar catatan pengingat masa kampanye. Sekarang tentu harus realistis menhadapi derita apa yang sedang ditanggung. Berbagai masalah yang muncul kemudian, sebagai konsekuensi logis kebijakan pemerintahan on going, tentu tidak bisa diselesaikan dengan penyesalan masa lalu. Jika keterusan membicarakan masa yang sudah lewat, bisa dibilang tidak bisa move on atau jidatnya dilekatkan stigma nyinyir. Terhenyak pada masa lalu tidak akan menyelesaikan masalah actual, permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat kita.
Pada sisi lain, kesadaran politik tumbuh dari keinginan untuk bersama memperjuangkan aspirasi serupa karena marasa satu ideology, senasib sepenanggungan. Berpolitik adalah upaya bersama memperjuangkan cita cita, pemikiran dan gagasan secara terorganisasi. Dalam konteks organisasi partai politk, tentu berujung pada bagaimana meraih kekuasaan kenegaraan dan pemerintahan. Karena itulah struktur oraganisasi partai umumnya serupa meski tak sama persis dengan tatanan organisasi pemerintahan negara.
Dengan demikian, berbagi kekuasaan adalah keniscayaan ketika berhasil mencapai atau meraih kekuasaan. Sehingga wajarlah jika kemudian sang penguasa berbagi kepada teman seiring seperjuangan. Demokrasi itu sendiri pada dasarnya adalah keinginan rakyat untuk berbagi kekuasaan agar mandat yang diberikan melalui pemilu tidak menjadi praktik abuse of power. Salah guna kekuasaan dan kesewenangan.
Demikian pula, adalah keniscayaan jika kemudian para pemimpin relawan mendapatkan jabatan tertentu. Figure Fadjrul Rachman relawan Salam Dua Jari Jokowi diputuskan jadi Komisaris Utama BUMN PT. Adhi Karya bersama Hironimus Hilapok (Tim Transisi) sebagai komisaris independen. Imam Sugema dari Megawati Institute dapet Komisaris Utama PGN Perusahaan Gas Negara. Relawan Kawan Jokowi dengan tokoh muda Diaz Hendropriyono dianggkat jadi Komisaris PT Telkomsel. Cahaya Dwi Rembulan Sinaga Kader PDIP dapet jabatan Komisaris independen Bank Mandiri.
Nama lain yang tak boleh dilewatkan adalah Sukardi Rinakit yang kini menduduki kursi Komisaris Utama Bank Tabungan Negara ( BTN). DR. Hendri Saparini menjabat Komisaris Utama PT Telkom, Goei Siauw Hong – Komisaris Bank Mandiri, Pakar Hukum Tata Negara DR. Refly Harun sudah lebih dulu jadi komisaris BUMN PT. Jasa Marga. Tidak terbantahkan bahwa figure ini berperan dalam kemenangan Jokowi. Tidak ada yang salah. Sekaranglah waktunya bagi bagi jabatan, kapan lagi kalau bukan sekarang.
Saya kira tidak ada yang salah dengan bagi bagi jabatan ini. Karena bagaimana mungkin, ketika kita berhasil menjadi penguasa negeri ini, sukses memenangkan dukungan rakyat melalui pemilu demokratis, masa sih harus berbagi kekluasaan dengan kelompok berseberangan alias lawan politik. Nggak normal namanya. Kehidupan demokratis itu sendiri pada intinya adalah mengenai bagaiaman berbagi kekuasaan.
Apakah terminologinya termasuk KKN Korupsi Kolusi atau Nepotisme adalah persoalan lain yang tentu butuh pembuktian secara hukum. Panjaaang jalannya bro. Kalau dari sisi pandang lawan politik tentulah ada saja celah yang bisa di “permasalahkan”. Mengkonter hal ini cukup dengan hanya satu kata “nyinyir” he he he.
Kembali ke alinea pertama artikel ini, bahwa rakyat yang sudah cerdas tidak akan mendukung politik transaksional sebab hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yaitu semangat anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KKN. Politik bagi bagi jabatan sebagai imbalan dukungan politik bersifat transaksional dan karenanya diangap sebagai bentuk praktik KKN.
Bahwa rakyat merasa terbombong sebagai “cerdas” dan kemudian menentukan menjatuhkan pilihan kepada pasangan Jokowi/JK. Mungkin disini masalahnya, ketika harus menghadapi realitas adanya bagi bagi jabatan yang senyata nyatanya, rakyat merasa kehilangan kecerdasan dari kepalanya.
Kok dadine kayak gini……ndasku endi

Ketika Raja Abdullah bin Abdulazis meninggal dunia dan digantikan putera mahkota Pangeran Salman bin Abdulazis, Tercatat tokoh penting Ikhwanul Muslimin Rasyid Al-Ghanusy hadir pada prosesi pemakanam King Abdullah dan penobatan penggantinya Raja Salman. Kedekatan Raja Salman dengan Ikhwanul Muslimin (IM) juga menjadi catatan penting membaca sikap dan arah politik Kingdom of Saudi al Arabia ( KSA ) dibawah Raja Salman terhadap Mesir dibawah Presiden Abdel Fatah al-Sisi.

Tidak membutuhkan waktu lama Raja Salman memecat Duta Besar KSA untuk Mesir Ahmad bin Abdul Aziz Qattan. Dubes Qattan sebelumnya dikenal sebagai kurir kerajaan Saudi Arabia untuk Jenderal Abdel Fattah As-sisi. Pemecatan Qatan adalah signal politik KSA terhadap Presiden Jenderal Al-Sisi terkait isu dan peta politik di Timur Tengah, khusunya perang di Suriah dan sikap terhadap Israel.

Dalam konteks perang di Suriah, sikap Presiden Abdel Fatah Al-Sisi tidak mendukung penyelesaian secara militer yang diserukan oleh kelompok oposisi. Sementara Raja Salman mengambil sikap mendukung, sebagaimana sikap Amerika Serikat yang menggagas operasi militer terbatas di Suriah. Operasi militer terbatas ini tentu dengan tujuan menggulingkan Presiden Suriah Bashar Al Assad yang didukung Iran dan Rusia.

Bashar al Assad adalah presiden Syi’ah atas mayoritas rakyat yang beraliran Sunni. Maknanya dalam konteks pertentangan Syi’ah dan Sunni di peta politik Timur Tengah, sikap Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi adalah moderat. Sebagaimana pernyataan bersama dengan Presiden RI Joko Widodo yang sepakat untuk membentuk group Islam Moderat. Dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Nampaknya Presiden Al-Sisi berhasil mendapatkan dukungan Presiden Joko Widodo.

Lantas apakah Indonesia dibawah Presiden Joko Widodo mempunyai sikap yang sama terhadap Kerajaan Artab Saudi? Raja Salman memandang Indonesia sebagai sunni terbesar di dunia tentu sangat berharap Presiden Joko Widodo memberikan dukungan kepadanya, akan tetapi nampaknya kalah satu langkah kuda dengan Mesir.

Pemberian kehormatan berupa Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung penghargaan ini merupakan Order of Merit atau bentuk apresiasi tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi bagi pemimpin negara sahabat. “Medali itu artinya sebuah penghormatan dan sekaligus persahabatan bagi seorang kepala negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia,” ujar Pramono Anung dalam siaran persnya dari Istana Raja Faisal, Jeddah, Arab Saudi.

Pemberian bintang kehormatan tersebut adalah langkah diplomatik sempurna Raja Salman, menang dalam peperangan tanpa bertempur menurut ajaran Jenderal Sun Tzu. Atau ungkapan peribahasa Jawa Menang tanpa Ngasorake. Lebih lengkap Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake. Secara harafiah dapat diartikan: Kaya tanpa Harta, memiliki Kesaktian tanpa Ilmu/benda pusaka, Menyerang tanpa bala Pasukan, Menang tanpa Merendahkan.

Bagi Presiden Joko Widodo yang mendapat penghargaan dari Raja Salman berupa Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal, bukan berarti tanpa beban diplomatic. Apalagi jika dalam konteks perebutan pengaruh di Timur Tengah. Apalagi jika dalam konteks perebutan pengaruh di Timur Tengah. Terutama ketika  KSA menghadapi Republik Islam Iran dan Republik Turki dibawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Budaya bangsa kita tidak mudah melupakan budi baik, tidak mungkinlah berpaling kelain hati ketika sudah menerima bintang kehormatan tertinggi Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud jelas menang tanpa ngasorake.

Terutama ketika  KSA menghadapi Republik Islam Iran dan Republik Turki dibawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Budaya Indonesia tidak mudah melupakan budi budi baik, tidak mungkinlah berpaling kelain hati ketika sudah menerima bintang kehormatan tertinggi Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud jelas menang tanpa ngasorake.

Dwelling time menjadi istilah populer berita actual mutasi jabatan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso terkait upaya pengungkapan kasus korupsi di Pelindo II Tanjung Proik – Jakarta. Dimanakah letak posisi dwelling time yang dipermasalahkan tersebut dalam konteks pengurusan di pelabuhan. Terdapat tiga tahapan penting pekerjaan di pelabuhan yang sangat menentukan dalam  system handling karena akan berdampak luas terhadap pasar. Ketiga pokok pekerjaan tersebut adalah (1) Cargodoring (2)Stevedoring, dan (3) Receiving / Delivery. Pada sistem handling atau tata tertib cara pengurusan pemuatan dan pembongkaran barang di pelabuhan.

Penanganan yang buruk pada ketiga jenis pekerjaan tersebut akan menjadi masalah krusial karena berkaitan dengan kecepatan waktu penyelesaian pekerjaan, kualitas dan depresiasi atau susut. Semuanya akan berakibat membengkaknya biaya handling dan berujung pada naiknya harga pada tingkat konsumen.

Untuk diketahui, pelabuhan adalah wilayah tertutup karena merupakan wilayah Doane – Bea & Cukai atau pabean terkait hukum legalitas barang. Sehingga tidak setiap orang bebas berada pada wilayah pelabuhan tanpa kepentingan yang jelas dan kompetensi berkaitan dengan prosedur standar operasional pelabuhan dan keselamatan kerja lingkungan. Jadi sebelum membahas dimanakan posisi dwelling time ada baiknya kita mengetahui pekerjaan apa yang disebut dengan istilah (1) Cargodoring ,(2)  Stevedoring dan (3) Receiving / Delivery.

  1. Cargodoring : adalah kegiatan memindahkan barang dari kade atau dermaga ke gudang lini satu / lapangan penumpukan di dalam areal pelabuhan dan sebaliknya. Demikian pula untuk pemindahan barang dari gudang pelabuhan lini satu ke gudang pelabuhan lini dua.
  2. Stevedoring adalah pekerjaan memuat barang curah maupun barang dalam peti kemas dari kade atau dermaga /chasis trailer ke atas dek dan atau ke dalam palka kapal. Demikian pula sebaliknya membongkar barang curah maupun dalam petikemas dari dek/palka ke atas chasis, atau dengan menggunakan crane kapal/darat. Dalam hal ini umumnya menggunakan Peralatan mekanis bongkar muat yang disebut dengan istilah Stevedoring Gear
  3. Receving / Delivery : Kegiatan menerima barang yang akan dikapalkan dari luar ke dalam wilayah pelabuhan baik gudang pelabuhan lini dua maupun lini satu dan atau terminal lapangan tumpuk. Kegiatan serupa namun sebaliknya yaitu memindahkan barang dari gudang maupun terminal lapangan tumpuk ke luar wilayah pelabuhan disebut dengan istilah delivery.

Dwelling Time. 

Mengapa harus dipindahkan dari gudang lini 1 ke lini 2.  Karena penempatan penumpukan barang di gudang pelabuhan ditetapkan dengan waktu terbatas. Hal ini untuk mengatasi kendala kongesti atau kemacetan. Manakala barang over stock dan akibatnya kapal mengalami penundaan sandar atau delay. Untuk mengatasi berbagai kendala yang timbul akibat barang tidak mempunyai dokumen yang lengkap dan sah serta masalah kendala pembayaran ketentuan pabean terkait bea masuk impor maupu  bea ekspor.

Manajemen pelabuhan pada umumnya menuntut agar barang yang dibongkar dari kapal tidak boleh berlama lama di wilayah pelabuhan, harus segera keluar. Hal ini menyangkut efektifitas dan efisiensi operasional pelabuhan. Lama waktu untuk proses pengeluaran barang terhitung sejak barang masuk ke gudang pelabuhan sampai dengan keluar wilayah pelabuhan disebut sebagai dwelling time. Katanya Pelabuhan Singapore hanya 3,5 hari. Pelabuhan Hongkong 4 hari sedangkan pelabuhan Tanjung Proik – Jakarta sampai 6,5 hari membuat Presiden Joko Widodo gerah.

Dari sisi pekerjaan cargodoring, pemindahan pengeluaran secara phisik barang dapat dilakukan standarisasi batas waktunya dan dengan pengenaan denda. Kade atau dermaga “wajib berish” dari kegiatan kapal sebelumnya agar kapal berikiutnya dapat segera sandar dan bongkar.

Tetapi untuk masalah legalitas, proses penyelesaian kelengkapan dokumen serta penyelesaian berbagai kewajiban pembayaran bea masuk tentu berada diluarjangkauan manajemen bongkar muat pelabuhan. Lamanya dwelling time pada umumnya disebabkan oleh proses tersebut. Jadi pada dasarnya lamanya dwelling time bukan pada proses bongkar muat di pelabuhan. Oleh karena itulah ketika Presiden Jokowi melakukan sidak dan bertanya sampai tiga kali dimana letak masalahnya dan siapa yang bertanggung jawab. Mengapa para pejabat Pelindo II Tanjung Priok seperti “tidak mau” memberikan jawaban dan diam seperti nasi dingin dikuahi air dingin.

Namun tidak tertutup kemungkinan ada permainan antara pemilik barang / importir dengan oknum di pelabuhan yang dengan sengaja berlama lama terkait upaya spekulasi ketika satu komoditas kebutuhan masyarakat dalam kondisi “stok kosong” di pasar dan harga cenderung naik. Pedagang atau importir nakal bermain dengan orang dalam, dengan sengaja menumpuk stock barang di dalam wilayah pelabuhan meski rela membayar denda sewa gudang lini dua atau terminal lapangan penumpukan peti kemas.

Pelayaran Transhipmen Tugboat Tongkang.

Kegiatan stevedoring termasuk seperti kegiatan pemuatan Batubara di Teluk Taboneo – Kalimantan Selatan yang merupakan wilayah kepentingan pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kegiatan pemuatan dari tongkang ke mother vessel termasuk kegiatan stevedoring. Dibutuhkan kegiatan transshipment Tugboat dan Tongkang pengangkut batubara dari berbagai terminal pemuatan pelabuhan di perairan pedalaman Sungai Barito maupun dari Pelabuhan Batubara Hasnur Group di Sungai Putting – Kecamatan Candi Laras Utara – Kabupaten Tapin.

Blok Islam Moderat

“Soekarno-RI & Nasser-Mesir dulu membangun blok anti kolonialisme, saya & Al Sisi membangun blok Islam moderat -Jkw,” tulis akun Twitter Jokowi, Sabtu 5 September 2015. Pernyataan penting yang nampaknya kurang mendapat perhatian terkait kunjungan Presiden Mesir Jenderal Mohammad Al Sisi ke Jakarta. Kalau dulu Presiden Soekarno dan Presiden Gamal Abdul Nasser bertujuan membangun gerakan anti kolonialisme. Sekarang Presiden Jokowi membentuk blok Islam Moderat untuk Apa?

Bagaimanapun sejarah panjang hubungnan Indonesia – Mesir mempengaruhi perjalanan politik dalam dan luar negeri Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa pergerakan Ikhwanul Muslimin di negeri ini bukan ujug ujug muncul representative melalui Partai Keadilan Sejahtera atau PKS.
Pada sisi lain terdapat interaksi kuat antara Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja Indonesia dan Aswaja Mesir. Presiden Jokowi dalam konteks ini menyebutnya sebagai Islam Nusanatara.

Sekarang setidaknya ada sekitar 3000 Mahasiswa Indonesia yang belajar di Al Azhar. “Sejak pertengahan abad 19 sudah ada warga Indonesia yang sekolah di Al Azhar, jadi cukup panjang kita coba maksimalkan atau menterjemahkan hubungan baik itu dengan kerja sama saling menguntungkan,” ucap Wakil Menlu RI DR. A.M Fachir. Gambaran umum pembinaan ummat ahlussunnah wal Jama’ah. Mari kita lihat even politik sebelumnya.

Kunjungan Presiden Edrogan.
Menurut catatan saya, pada 31 Juli 2015 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat pernyataan yang memuji karier politik Presiden Joko Widodo. “Saya dan Presiden Jokowi memiliki kesamaan. Dulunya kami berkarier di pemerintahan daerah, sampai saat ini menjadi presiden,” Pernyataan ini dilengkapi dengan pernyataan berikutnya, “Jadi kami sama-sama sudah bisa bagaimana caranya menciptakan demokrasi di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam,”

Sepertinya tidak ada pernyataan politik spesifik dari Presiden Jokowi terkait kunjungan Presiden Edrogan sebagaimana pernyataannya “membangun blok Islam Moderat”dengan Presiden Al Sisi. Umum diketahui bahwa Turki sama dengan Syi’ah, Edrogan adalah pendukung berat gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir, Edrogan pendukung berat Mohammad Morsi yang dipenjarakan Presiden Mesir Jenderal Al Sisi. Pernyataan Edrogan terhadap Mesir dengan tegas mengatakan tidak akan membangun hubungan diplomatik dengan Mesir sebelum Morsi dibebaskan dari hukuman mati.

Indonesia surplus terhadap Turki.
Catatan lainnya mengenai kunjungan Presiden Edrogan, beliau memambawa serta 200 penguasaha Turki untuk berinteraksi dengan penguasaha Indonesia. Tanpa menyebutnya secara spesifik kita dapat memahami dengan penguasaha mana interkasi dibangun. Terkait perdagangan bilateral, nilai perdagangan antara Indonesia dan Turki pada 2014 mencapai hampir 2,5 miliar USD.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Turki, Indonesia mempunyai surplus perdagangan yang mencapai hampir 415 juta dolar AS,” Dengan kunjungan Edrogan akan banyak peluang pengusaha Indonesia meningkatkan ekspornya ke Turki sudah dapat dipahami kemana arahnya.

Kembali ke pernyataan Presiden Jokowi bahwa beliau dan Presiden Mesir Mohammad Al Sisi akan membangun blok Islam Moderat. Bagaimanakah reaksi pendukung gerakan Ikhwanul Muslimin di negeri ini. Akankah membangkitkan militansi gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia? Atau akan memunculkan kegaduhan politik baru di parlemen? Apakah konflik Sunni versus Syi’ah di Timur Tengah akan boyong ke Indonesia?

Nampaknya perlu bersambung mempelajari konflik politik Mesir yang berlangsung sengit hingga sekarang dibawah Presiden Jenderal Mohammad Al Sisi.

https://syamjr.wordpress.com/2013/08/21/memahami-sumber-konflik-politik-mesir/

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 194,376 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Maret 2017
S S R K J S M
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031