SyamJr's WebBlog

Kemaren, hari Minggu 09 Nopember 2008 saya diminta untuk memberikan kata sambutan untuk acara pernikahan anak seorang sahabat yang sudah seperti saudara sendiri. Dengan demikian anaknya yang akan menikahpun sudah seperti anak sendiri. Jadi saya diminta untuk memberikan kata sambutan atasnama beliau dan keluarga.

Ternyata saya gelagapan juga karena tidak begitu siap, meskipun saya sudah sering menjadi saksi dalam acara ijab kabul tetapi untuk berpidato, memberikan kata sambutan pada acara pernikahan belum pernah. Beranjak dari pengalaman galagapan ini saya mencoba membuat teks pidato kata sambutan. Teks sengaja dibuat tidak berpanjang panjang agar audiens tetap fokus kepada pasangan mempelai.

Barangkali diantara teman teman, tante, oom, pak cik, pak de, paman, julak, adik adik..yang secara dadakan butuh teks kata sambutan untuk acara pernikahan. Silahkan copy dan paste…dan tambahkan sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat.

Teksnya ada dihalaman berikut. Terima kasih telah mampir di blog ini.🙂 Baca entri selengkapnya »

What’s originally view landscape of Banjarmasin, the capital city of South Kalimantan Province – Indonesia that often namely as the  City of thousand river. It is located at 3°20′S, 114°35′E, lies on a delta island near the junction of the great Barito river and Martapura river. Banjarmasin is sometimes called the “River City”. Its population is about 567,000 (2003).

Pictures ( below) manipulated the original landscape. Young designer Shen Shadiqien changes the image become more exotic view by editing techniques. That’s looks like my dreaming city…wow

*****

Banjarmasin, Kota Impian di Jembatan Antasari

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Syam JrRakyat yang cerdas tidak akan mendukung politik transaksional sebab hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yaitu semangat anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KKN. Politik bagi bagi jabatan sebagai imbalan dukungan politik bersifat transaksional dan karenanya diangap sebagai bentuk praktik KKN. Jargon politik yang ampuh – Rakyat sudah cerdas.
Jargon anti politik transaksional menjadi salah satu isu strategis Joko Widodo memenangkan jabatan Presiden. Isu strategis terkait dengan opini dikembangkan bahwa rakyat yang sudah cerdas, tidak akan mendukung politik bagi bagi jabatan, politik transasional. Isu strategis ini bermakna pemisahan atau mungkin lebih tepat pengelompokan pada tingkat grass root. Bahwa memilih Jokowi berarti masuk dalam kelompok jajaran rakyat yang cerdas.
Dapat dipelajari bahwa cara ini adalah cara yang ampuh dalam rangka kampanye pemenangan pemilihan presiden dimasa yang akan datang. Pengalaman menjadi pertimbangan langkah berpolitik ke depan, terlepas dari apakah implikasinya negative atau sebaliknya. Membangun suatu plat form anti politik transaksional guna menggalang dukungan politik rakyat. Mesin politik pendukung bekerja pada suatu plat form tersebut dengan isu utama yaitu bahwa rakyat yang cerdas anti KKN, anti bagi bagi jabatan, anti politik transaksional.
Mesin politk berupa organisasi kelompok kerja yang disebut sebagai kelompok relawan. Diantaranya sebut saja Relawan Salam Dua Jari Jokowi dengan figure Fadjrul Rachman. Relawan Kawan Jokowi dengan tokoh muda Diaz Hendropriyono. Imam Sugema – Megawati Institute. Relawan tim ahli Hendri Safarini, Pataniari Siahaan, Sony Keraaf. Relawanyang masuk Tim Transisi yaitu Hironimus Hilopak dan Cahaya Dewi Rembulan Sinaga.
Tapi itu semua hanya sekadar catatan pengingat masa kampanye. Sekarang tentu harus realistis menhadapi derita apa yang sedang ditanggung. Berbagai masalah yang muncul kemudian, sebagai konsekuensi logis kebijakan pemerintahan on going, tentu tidak bisa diselesaikan dengan penyesalan masa lalu. Jika keterusan membicarakan masa yang sudah lewat, bisa dibilang tidak bisa move on atau jidatnya dilekatkan stigma nyinyir. Terhenyak pada masa lalu tidak akan menyelesaikan masalah actual, permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat kita.
Pada sisi lain, kesadaran politik tumbuh dari keinginan untuk bersama memperjuangkan aspirasi serupa karena marasa satu ideology, senasib sepenanggungan. Berpolitik adalah upaya bersama memperjuangkan cita cita, pemikiran dan gagasan secara terorganisasi. Dalam konteks organisasi partai politk, tentu berujung pada bagaimana meraih kekuasaan kenegaraan dan pemerintahan. Karena itulah struktur oraganisasi partai umumnya serupa meski tak sama persis dengan tatanan organisasi pemerintahan negara.
Dengan demikian, berbagi kekuasaan adalah keniscayaan ketika berhasil mencapai atau meraih kekuasaan. Sehingga wajarlah jika kemudian sang penguasa berbagi kepada teman seiring seperjuangan. Demokrasi itu sendiri pada dasarnya adalah keinginan rakyat untuk berbagi kekuasaan agar mandat yang diberikan melalui pemilu tidak menjadi praktik abuse of power. Salah guna kekuasaan dan kesewenangan.
Demikian pula, adalah keniscayaan jika kemudian para pemimpin relawan mendapatkan jabatan tertentu. Figure Fadjrul Rachman relawan Salam Dua Jari Jokowi diputuskan jadi Komisaris Utama BUMN PT. Adhi Karya bersama Hironimus Hilapok (Tim Transisi) sebagai komisaris independen. Imam Sugema dari Megawati Institute dapet Komisaris Utama PGN Perusahaan Gas Negara. Relawan Kawan Jokowi dengan tokoh muda Diaz Hendropriyono dianggkat jadi Komisaris PT Telkomsel. Cahaya Dwi Rembulan Sinaga Kader PDIP dapet jabatan Komisaris independen Bank Mandiri.
Nama lain yang tak boleh dilewatkan adalah Sukardi Rinakit yang kini menduduki kursi Komisaris Utama Bank Tabungan Negara ( BTN). DR. Hendri Saparini menjabat Komisaris Utama PT Telkom, Goei Siauw Hong – Komisaris Bank Mandiri, Pakar Hukum Tata Negara DR. Refly Harun sudah lebih dulu jadi komisaris BUMN PT. Jasa Marga. Tidak terbantahkan bahwa figure ini berperan dalam kemenangan Jokowi. Tidak ada yang salah. Sekaranglah waktunya bagi bagi jabatan, kapan lagi kalau bukan sekarang.
Saya kira tidak ada yang salah dengan bagi bagi jabatan ini. Karena bagaimana mungkin, ketika kita berhasil menjadi penguasa negeri ini, sukses memenangkan dukungan rakyat melalui pemilu demokratis, masa sih harus berbagi kekluasaan dengan kelompok berseberangan alias lawan politik. Nggak normal namanya. Kehidupan demokratis itu sendiri pada intinya adalah mengenai bagaiaman berbagi kekuasaan.
Apakah terminologinya termasuk KKN Korupsi Kolusi atau Nepotisme adalah persoalan lain yang tentu butuh pembuktian secara hukum. Panjaaang jalannya bro. Kalau dari sisi pandang lawan politik tentulah ada saja celah yang bisa di “permasalahkan”. Mengkonter hal ini cukup dengan hanya satu kata “nyinyir” he he he.
Kembali ke alinea pertama artikel ini, bahwa rakyat yang sudah cerdas tidak akan mendukung politik transaksional sebab hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yaitu semangat anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KKN. Politik bagi bagi jabatan sebagai imbalan dukungan politik bersifat transaksional dan karenanya diangap sebagai bentuk praktik KKN.
Bahwa rakyat merasa terbombong sebagai “cerdas” dan kemudian menentukan menjatuhkan pilihan kepada pasangan Jokowi/JK. Mungkin disini masalahnya, ketika harus menghadapi realitas adanya bagi bagi jabatan yang senyata nyatanya, rakyat merasa kehilangan kecerdasan dari kepalanya.
Kok dadine kayak gini……ndasku endi

Ketika Raja Abdullah bin Abdulazis meninggal dunia dan digantikan putera mahkota Pangeran Salman bin Abdulazis, Tercatat tokoh penting Ikhwanul Muslimin Rasyid Al-Ghanusy hadir pada prosesi pemakanam King Abdullah dan penobatan penggantinya Raja Salman. Kedekatan Raja Salman dengan Ikhwanul Muslimin (IM) juga menjadi catatan penting membaca sikap dan arah politik Kingdom of Saudi al Arabia ( KSA ) dibawah Raja Salman terhadap Mesir dibawah Presiden Abdel Fatah al-Sisi.

Tidak membutuhkan waktu lama Raja Salman memecat Duta Besar KSA untuk Mesir Ahmad bin Abdul Aziz Qattan. Dubes Qattan sebelumnya dikenal sebagai kurir kerajaan Saudi Arabia untuk Jenderal Abdel Fattah As-sisi. Pemecatan Qatan adalah signal politik KSA terhadap Presiden Jenderal Al-Sisi terkait isu dan peta politik di Timur Tengah, khusunya perang di Suriah dan sikap terhadap Israel.

Dalam konteks perang di Suriah, sikap Presiden Abdel Fatah Al-Sisi tidak mendukung penyelesaian secara militer yang diserukan oleh kelompok oposisi. Sementara Raja Salman mengambil sikap mendukung, sebagaimana sikap Amerika Serikat yang menggagas operasi militer terbatas di Suriah. Operasi militer terbatas ini tentu dengan tujuan menggulingkan Presiden Suriah Bashar Al Assad yang didukung Iran dan Rusia.

Bashar al Assad adalah presiden Syi’ah atas mayoritas rakyat yang beraliran Sunni. Maknanya dalam konteks pertentangan Syi’ah dan Sunni di peta politik Timur Tengah, sikap Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi adalah moderat. Sebagaimana pernyataan bersama dengan Presiden RI Joko Widodo yang sepakat untuk membentuk group Islam Moderat. Dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Nampaknya Presiden Al-Sisi berhasil mendapatkan dukungan Presiden Joko Widodo.

Lantas apakah Indonesia dibawah Presiden Joko Widodo mempunyai sikap yang sama terhadap Kerajaan Artab Saudi? Raja Salman memandang Indonesia sebagai sunni terbesar di dunia tentu sangat berharap Presiden Joko Widodo memberikan dukungan kepadanya, akan tetapi nampaknya kalah satu langkah kuda dengan Mesir.

Pemberian kehormatan berupa Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung penghargaan ini merupakan Order of Merit atau bentuk apresiasi tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi bagi pemimpin negara sahabat. “Medali itu artinya sebuah penghormatan dan sekaligus persahabatan bagi seorang kepala negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia,” ujar Pramono Anung dalam siaran persnya dari Istana Raja Faisal, Jeddah, Arab Saudi.

Pemberian bintang kehormatan tersebut adalah langkah diplomatik sempurna Raja Salman, menang dalam peperangan tanpa bertempur menurut ajaran Jenderal Sun Tzu. Atau ungkapan peribahasa Jawa Menang tanpa Ngasorake. Lebih lengkap Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake. Secara harafiah dapat diartikan: Kaya tanpa Harta, memiliki Kesaktian tanpa Ilmu/benda pusaka, Menyerang tanpa bala Pasukan, Menang tanpa Merendahkan.

Bagi Presiden Joko Widodo yang mendapat penghargaan dari Raja Salman berupa Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal, bukan berarti tanpa beban diplomatic. Apalagi jika dalam konteks perebutan pengaruh di Timur Tengah. Apalagi jika dalam konteks perebutan pengaruh di Timur Tengah. Terutama ketika  KSA menghadapi Republik Islam Iran dan Republik Turki dibawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Budaya bangsa kita tidak mudah melupakan budi baik, tidak mungkinlah berpaling kelain hati ketika sudah menerima bintang kehormatan tertinggi Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud jelas menang tanpa ngasorake.

Terutama ketika  KSA menghadapi Republik Islam Iran dan Republik Turki dibawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Budaya Indonesia tidak mudah melupakan budi budi baik, tidak mungkinlah berpaling kelain hati ketika sudah menerima bintang kehormatan tertinggi Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud jelas menang tanpa ngasorake.

Dwelling time menjadi istilah populer berita actual mutasi jabatan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso terkait upaya pengungkapan kasus korupsi di Pelindo II Tanjung Proik – Jakarta. Dimanakah letak posisi dwelling time yang dipermasalahkan tersebut dalam konteks pengurusan di pelabuhan. Terdapat tiga tahapan penting pekerjaan di pelabuhan yang sangat menentukan dalam  system handling karena akan berdampak luas terhadap pasar. Ketiga pokok pekerjaan tersebut adalah (1) Cargodoring (2)Stevedoring, dan (3) Receiving / Delivery. Pada sistem handling atau tata tertib cara pengurusan pemuatan dan pembongkaran barang di pelabuhan.

Penanganan yang buruk pada ketiga jenis pekerjaan tersebut akan menjadi masalah krusial karena berkaitan dengan kecepatan waktu penyelesaian pekerjaan, kualitas dan depresiasi atau susut. Semuanya akan berakibat membengkaknya biaya handling dan berujung pada naiknya harga pada tingkat konsumen.

Untuk diketahui, pelabuhan adalah wilayah tertutup karena merupakan wilayah Doane – Bea & Cukai atau pabean terkait hukum legalitas barang. Sehingga tidak setiap orang bebas berada pada wilayah pelabuhan tanpa kepentingan yang jelas dan kompetensi berkaitan dengan prosedur standar operasional pelabuhan dan keselamatan kerja lingkungan. Jadi sebelum membahas dimanakan posisi dwelling time ada baiknya kita mengetahui pekerjaan apa yang disebut dengan istilah (1) Cargodoring ,(2)  Stevedoring dan (3) Receiving / Delivery.

  1. Cargodoring : adalah kegiatan memindahkan barang dari kade atau dermaga ke gudang lini satu / lapangan penumpukan di dalam areal pelabuhan dan sebaliknya. Demikian pula untuk pemindahan barang dari gudang pelabuhan lini satu ke gudang pelabuhan lini dua.
  2. Stevedoring adalah pekerjaan memuat barang curah maupun barang dalam peti kemas dari kade atau dermaga /chasis trailer ke atas dek dan atau ke dalam palka kapal. Demikian pula sebaliknya membongkar barang curah maupun dalam petikemas dari dek/palka ke atas chasis, atau dengan menggunakan crane kapal/darat. Dalam hal ini umumnya menggunakan Peralatan mekanis bongkar muat yang disebut dengan istilah Stevedoring Gear
  3. Receving / Delivery : Kegiatan menerima barang yang akan dikapalkan dari luar ke dalam wilayah pelabuhan baik gudang pelabuhan lini dua maupun lini satu dan atau terminal lapangan tumpuk. Kegiatan serupa namun sebaliknya yaitu memindahkan barang dari gudang maupun terminal lapangan tumpuk ke luar wilayah pelabuhan disebut dengan istilah delivery.

Dwelling Time. 

Mengapa harus dipindahkan dari gudang lini 1 ke lini 2.  Karena penempatan penumpukan barang di gudang pelabuhan ditetapkan dengan waktu terbatas. Hal ini untuk mengatasi kendala kongesti atau kemacetan. Manakala barang over stock dan akibatnya kapal mengalami penundaan sandar atau delay. Untuk mengatasi berbagai kendala yang timbul akibat barang tidak mempunyai dokumen yang lengkap dan sah serta masalah kendala pembayaran ketentuan pabean terkait bea masuk impor maupu  bea ekspor.

Manajemen pelabuhan pada umumnya menuntut agar barang yang dibongkar dari kapal tidak boleh berlama lama di wilayah pelabuhan, harus segera keluar. Hal ini menyangkut efektifitas dan efisiensi operasional pelabuhan. Lama waktu untuk proses pengeluaran barang terhitung sejak barang masuk ke gudang pelabuhan sampai dengan keluar wilayah pelabuhan disebut sebagai dwelling time. Katanya Pelabuhan Singapore hanya 3,5 hari. Pelabuhan Hongkong 4 hari sedangkan pelabuhan Tanjung Proik – Jakarta sampai 6,5 hari membuat Presiden Joko Widodo gerah.

Dari sisi pekerjaan cargodoring, pemindahan pengeluaran secara phisik barang dapat dilakukan standarisasi batas waktunya dan dengan pengenaan denda. Kade atau dermaga “wajib berish” dari kegiatan kapal sebelumnya agar kapal berikiutnya dapat segera sandar dan bongkar.

Tetapi untuk masalah legalitas, proses penyelesaian kelengkapan dokumen serta penyelesaian berbagai kewajiban pembayaran bea masuk tentu berada diluarjangkauan manajemen bongkar muat pelabuhan. Lamanya dwelling time pada umumnya disebabkan oleh proses tersebut. Jadi pada dasarnya lamanya dwelling time bukan pada proses bongkar muat di pelabuhan. Oleh karena itulah ketika Presiden Jokowi melakukan sidak dan bertanya sampai tiga kali dimana letak masalahnya dan siapa yang bertanggung jawab. Mengapa para pejabat Pelindo II Tanjung Priok seperti “tidak mau” memberikan jawaban dan diam seperti nasi dingin dikuahi air dingin.

Namun tidak tertutup kemungkinan ada permainan antara pemilik barang / importir dengan oknum di pelabuhan yang dengan sengaja berlama lama terkait upaya spekulasi ketika satu komoditas kebutuhan masyarakat dalam kondisi “stok kosong” di pasar dan harga cenderung naik. Pedagang atau importir nakal bermain dengan orang dalam, dengan sengaja menumpuk stock barang di dalam wilayah pelabuhan meski rela membayar denda sewa gudang lini dua atau terminal lapangan penumpukan peti kemas.

Pelayaran Transhipmen Tugboat Tongkang.

Kegiatan stevedoring termasuk seperti kegiatan pemuatan Batubara di Teluk Taboneo – Kalimantan Selatan yang merupakan wilayah kepentingan pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kegiatan pemuatan dari tongkang ke mother vessel termasuk kegiatan stevedoring. Dibutuhkan kegiatan transshipment Tugboat dan Tongkang pengangkut batubara dari berbagai terminal pemuatan pelabuhan di perairan pedalaman Sungai Barito maupun dari Pelabuhan Batubara Hasnur Group di Sungai Putting – Kecamatan Candi Laras Utara – Kabupaten Tapin.

Blok Islam Moderat

“Soekarno-RI & Nasser-Mesir dulu membangun blok anti kolonialisme, saya & Al Sisi membangun blok Islam moderat -Jkw,” tulis akun Twitter Jokowi, Sabtu 5 September 2015. Pernyataan penting yang nampaknya kurang mendapat perhatian terkait kunjungan Presiden Mesir Jenderal Mohammad Al Sisi ke Jakarta. Kalau dulu Presiden Soekarno dan Presiden Gamal Abdul Nasser bertujuan membangun gerakan anti kolonialisme. Sekarang Presiden Jokowi membentuk blok Islam Moderat untuk Apa?

Bagaimanapun sejarah panjang hubungnan Indonesia – Mesir mempengaruhi perjalanan politik dalam dan luar negeri Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa pergerakan Ikhwanul Muslimin di negeri ini bukan ujug ujug muncul representative melalui Partai Keadilan Sejahtera atau PKS.
Pada sisi lain terdapat interaksi kuat antara Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja Indonesia dan Aswaja Mesir. Presiden Jokowi dalam konteks ini menyebutnya sebagai Islam Nusanatara.

Sekarang setidaknya ada sekitar 3000 Mahasiswa Indonesia yang belajar di Al Azhar. “Sejak pertengahan abad 19 sudah ada warga Indonesia yang sekolah di Al Azhar, jadi cukup panjang kita coba maksimalkan atau menterjemahkan hubungan baik itu dengan kerja sama saling menguntungkan,” ucap Wakil Menlu RI DR. A.M Fachir. Gambaran umum pembinaan ummat ahlussunnah wal Jama’ah. Mari kita lihat even politik sebelumnya.

Kunjungan Presiden Edrogan.
Menurut catatan saya, pada 31 Juli 2015 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat pernyataan yang memuji karier politik Presiden Joko Widodo. “Saya dan Presiden Jokowi memiliki kesamaan. Dulunya kami berkarier di pemerintahan daerah, sampai saat ini menjadi presiden,” Pernyataan ini dilengkapi dengan pernyataan berikutnya, “Jadi kami sama-sama sudah bisa bagaimana caranya menciptakan demokrasi di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam,”

Sepertinya tidak ada pernyataan politik spesifik dari Presiden Jokowi terkait kunjungan Presiden Edrogan sebagaimana pernyataannya “membangun blok Islam Moderat”dengan Presiden Al Sisi. Umum diketahui bahwa Turki sama dengan Syi’ah, Edrogan adalah pendukung berat gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir, Edrogan pendukung berat Mohammad Morsi yang dipenjarakan Presiden Mesir Jenderal Al Sisi. Pernyataan Edrogan terhadap Mesir dengan tegas mengatakan tidak akan membangun hubungan diplomatik dengan Mesir sebelum Morsi dibebaskan dari hukuman mati.

Indonesia surplus terhadap Turki.
Catatan lainnya mengenai kunjungan Presiden Edrogan, beliau memambawa serta 200 penguasaha Turki untuk berinteraksi dengan penguasaha Indonesia. Tanpa menyebutnya secara spesifik kita dapat memahami dengan penguasaha mana interkasi dibangun. Terkait perdagangan bilateral, nilai perdagangan antara Indonesia dan Turki pada 2014 mencapai hampir 2,5 miliar USD.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Turki, Indonesia mempunyai surplus perdagangan yang mencapai hampir 415 juta dolar AS,” Dengan kunjungan Edrogan akan banyak peluang pengusaha Indonesia meningkatkan ekspornya ke Turki sudah dapat dipahami kemana arahnya.

Kembali ke pernyataan Presiden Jokowi bahwa beliau dan Presiden Mesir Mohammad Al Sisi akan membangun blok Islam Moderat. Bagaimanakah reaksi pendukung gerakan Ikhwanul Muslimin di negeri ini. Akankah membangkitkan militansi gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia? Atau akan memunculkan kegaduhan politik baru di parlemen? Apakah konflik Sunni versus Syi’ah di Timur Tengah akan boyong ke Indonesia?

Nampaknya perlu bersambung mempelajari konflik politik Mesir yang berlangsung sengit hingga sekarang dibawah Presiden Jenderal Mohammad Al Sisi.

https://syamjr.wordpress.com/2013/08/21/memahami-sumber-konflik-politik-mesir/

Musim berganti tak normal seperti dulu lagi. September, dulu kalau sudah ber ber ber biasnya musim hujan. Sekarang sudah masuk bulan September tapi kemarau masih berlangsung, kekeringan dank abut asap melanda dimana mana. Climate changes mempengaruh alam, perubahan iklim karena ulah manusia, kata para pakar kayak orang kagetan, mereka teriak dengan lantang “Manusialah yang merusak alam ini”.

Kok serius banget kakek nulisnya. Komentar si cucu yang lagi nyimak monitor compi. Terserah kakeklah …..oke terserah deh mau pendek mau panjang musim kemarau tahun ini semoga saja segera turun hujan tapi jangan banyak banyak. Ntar Jakarta kebanjiran pula, ntar marah marah, nyumpah nyumpah sama A Guan.

Kok….siapa sih nama A Guan…bukannya Pak A Hok yang sekarang Gubernur DKI Jakarta. Si cucu bilang sampil pergi berlalu….suka suka kita anak anak gadget hi hi hi kakek jadi bingungan.
Perubahan perilaku anak mungkin saja akibat pengaruh perubahansocial behavior lingkungannya, mungkin bisa juga lantaran jargon revolusi mental lagi kaprah gebyah uyah atau apalah.

Tetapi nampaknya tak hanya di dunia masyarakat manusia, eeeehhhhh..di dunia wayang juga. Perilaku wayang mulai berubah yang terkadang terasa seperti aneh gitu. Tentu banyak yang kenal tokoh wayang paling popular, yaitu; Semar atau sering juga disebut Pak Lurah Semar dan tiga anaknya, Petruk, Gareng plus satu lagi anak hasil minta melalui bertapa atau semedi Sang Semar.

Konon gara gara Sang Semar Badranaya menderita sakit yaitu kalau ..maaf kalau beol hasilnya tidak utuh tapi belah belah. Menurut dokter ada bulu yang mlintir dekat anus. Ki Lurah Semar menolak untuk dicukur karena khawatir justeru dokter akan modar. Dia punya “knal pot bakal otomotasi beraksi jika ada benda tajam mendekat lubang knalpotnya.

Pergilah beliau Semar bersemedi agar dibebaskan dari bulu yang mlintir itu tadi. Namanya juga wayang, Semar meminta dalam semedianya agar si bulu dirubah wujudnya jadi makhluk…..bloarrrr grugug gruguk..jadilah yang namanya si Bagong. ( Sopo iki dalange, kok semprul banget ).
Sudah dibilangin bahwa perubahan perilaku anak mungkin saja akibat pengaruh perubahan social behavior.

Si Bagong menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang sedang berlangsung, namanya juga wayang. Si Bagong memang termasuk anak generasi gadet. Pokoknya siang malam pagi sore dan kemana saja tak pernah berpisah perangkat komuniasi canggih berbagai merek. Sikapnya seperti nggak ngeh, acuh bae, tapi tangannya kriting terus main, sementara tak banyak yang tahu sebenarnya telinganya mendengar dan merekan apa apa saja meskipun orang sedang berbisik.

Nah kemaren sewaktu Keluarga Ki Lurah Semar berkunjung seperti biasa ke Istana, dekat tugu emas 124 kg, Ki Lurah Semar nganter singkong rebus sama jantung pisang rebus juga. Seperti biasa pula beliau Semar selalu diterima sang prabu – anggap saja Pak Presiden kalau sekarang – Wayang sakti seperti Sang Batara Badranaya alias Batara Manikmaya…dewa yang memang luar biasa.

Kalau soal info meski tak ada yang laporin kerja si Luhut, si Panjul, si Akang, Raden Andi, mbakyu jeng Rinem, Pak Kumis, termasuk bisik bisik Si A Guan…apalagi apa apane prengat prengutannya bu De, pastilah Ki Lurah Semar mengetahuinya, karena dia memang bertanggung jawab secara moral bagaimana negeri ini seharusnya, gitu janjinya kepada Sang Batara Guru di Kahyangan.

Pokoknya sebagai orang yang dituakan, Ki Lurah Semar diberi kelonggaran bicara, kasih berbagai wejang lengkap dengan wanti wantinya. Semuanya disampaikan dengan bijak dan terbatas dalam ruang khusus tak mungkin didengar para pelakon harian meskipun punya jabatan setingkat menko atau panglima. Tetapi apa yang terjadi..

Geger info A1 bocor melalui SMS dan MMS…masuk tayangan headline berita teve si brewon Dursasana…..gila bener siapa sih pelakunya. Tidak butuh waktu lama petugs yang bertanggung jawab, Raden Suti kepala Departemen Jasa Sandi Info dapat bukti bahwa yang bocorkan info wejangan dan wanti wanti Ki Lurah Semar ternyata anaknya sendiri.
Laporan lengkapnya, Si Bagong kirim SMS kepada Ki Lurah Semar, bapaknya sendiri – sebagai minute meeting notulensi pertemuan bapaknya dengan Gusti Prabu. Masalahnya Bagong kirim SMS secara terbuka, ditembuskan kepada siapa saja yang disebut sebut oleh bapaknya. Sebagian teks SMS tersebut antara lain kurang lebih sbb:

To : Ki Lurah Semar
Ojo kagetan, Jangan gampang terkejut.
Mendidik kita untuk tidak berbesar kepala menyikapi keberhasilan, dan juga tidak putus asa menghadapi kegagalan. Tidak gampang menuduh orang lain ”ah, ini pasti gara-gara si anu”. Gara gara pengikutnya nggak legowo. Ojo kagetan. Tidak gampang nuding, tidak gampangan merutuk dan mengutuk. Sejatine tidak takabur, maunya kayak orang pasti terus menang kabeh kalo main bola
Ojo gumunan, Jangan mudah takjub dan planga plogo
Banyak hal yang terlihat baik, terlihat manis, namun menjerumuskan manusia ke situasi yang bisa menghancurkan harkat dan martabat. Jadi gini tho lee….Jangan larut pada hal-hal yang terlihat indah, Tetaplah mempertimbangkan dengan teliti menggunakan akal sehat.
Ojo dumeh. Jangan mentang-mentang.
Tetaplah rendah hati, sabar dan mengendalikan diri. Mentang mentang berkuasa lantas cemen dan lebai, dikit dikit ganti, didik dikit copot dikit dikit lapor ….gara gara dibombong dipujung pujung, dipuji dijunjung, disigi disanjung,……brrr…dikadalin nggak ngerasa…….

Terakhir Yang Terhormat bapak Semar…..“Kalau memang dasar kadal kan nggak perlu dikadalin….gimana oom?”-

TTD– Si Bagong

Oleh : Syam Jr.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo membangun pembangkit listrik 35.000 MW. Proyek yang dikritik Rizal Ramli dan disarankan untuk ditinjau kembali. Pak Jokowi singkat saja menjawabnya “itu sesuai kebutuhan dan ada itung itungannya”. Saya belum mengetahui hitung hitungan Pak Rizal Ramli yang mendasari argumentasi kritiknya. Artikel ini bukan bermaksud membela Pak Jokowi tapi hanya mencoba menghitungnya dari sisi pengadaan atau suplai batu bara sebagai bahan bakar utama proyek tersebut. Mari kita berhitung.

Sebagaimana banyak info di berbagai media bahwa pembangunan pembangkit listrik tersebut 60% berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU. Tentu  operasi teknologi pembangkit listrik ini berbahan bakar batubara. Enampuluh persen dari 35.000 MW adalah 210.000 MW. 40% lainnya Gas maupun panas bumi atau geothermal.

Jika 1 MW (megawatt) membutuhkan 14 MT batu bara ( base on 5500 Kcal) per 24 jam. Dengan demikian asumsinya 14 Metrikton batubara dikali 21.000 MW, jadinya diperlukan 294.000 Ton / hari. Setahun 360 hari x 294.000 = 105.840.000 MT per tahun ketika beroperasi penuh pada 2019.

Proyek pembangkit tenaga listik bukanlah proyek investasi jangka pendek 5 atau 10 tahun. Berapa besar investasinya tidak masuk pembahasan artikel ini. Namun setidaknya dari sisi suplai batubara dengan prospek proyeksi operasi pembangkit listrik bisa sampai 30 tahun.

Jika kebutuhan 105.840.000 MT per tahun, untuk 30 tahun dibutuhkan 3.175.200.000 Metrikton. Tiga milyar seratus tujuh puluh lima juta dua ratus ribu Metrikton.

Adakah bumi kita mempunyai cadangan sebesar itu hingga 30 tahun kedepan. Cadang deposit terukur di dalam bumi Kalimantan kalau tidak salah mungkin mencapai sekitar 6 milyar metrikton sebagai gambaran perbandingan antara kebutuhan dan cadangan batubara. Dari sisi suplai jumlah cadangan tersebut bermakna bahwa operasi pembangkit listrik PLTU berkapasitas 21.000 MW masih tergolong aman.

Dari angka angka ini apa yang ada dalam bayangan pikiran kita. Mungkin sebagai clue – pancingan diskusi kita ajukan pertanyaan. Apakah yang akan terjadi terhadap bumi di Kalimantan ketika kita eksploitasi tambang dengan jumlah sebesar itu. Dari sisi pandang lingkungan yang terbayang adalah lubang raksasa menganga dengan berbagai aspek dampaknya mungkin berbagai satwa dan monyet tak punya habitat lagi.

Atau akan ada vegetasi atau plasma nutfah yang mengalami mutasi bahkan mungkin punah sehingga tidak terdapat lagi genetis spesis aslinya. Tetapi jangan juga melupaka bahwa kebutuhan energy khususnya listrik merupakan upaya manusia untuk mempertahankan kehidupan human being. Kita tentu tidak ingin hidup lestari sejaman Paman Hucklebery yang harus bertarung dengan gorilla atau beruang  – jaman batu.

Dari sisi pandang geologis bahwa batubara terbentuk melalui proses karbonisasi kayu akibat kerusakan hutan. Prosesnya bisa mencapai 34 juta tahun. Siapakah yang merusak hutan pada jaman 34 juta tahun lampau, apakah manusia atau ada sebab lain? Self termination system on universe.

Secara meraba raba kita mungkin bisa berfantasi bahwa 34 juta tahun lampau terjadi tabrakan benda langit – katakanlah meteorit yang mengakibatkan kebakaran hutan luar biasa, kemudian “sampah kebakaran” terbenam karena berpindahnya gunung menutupi lembah akibat erosi. Sederhananya arang kayu hasil kebakaran hutan mengalami tekanan dari dalam perut bumi maupun dari permukaan.

Intinya ada kekuasaan maha luar biasa, mengapa alam hutan terbakar dan menghasilkan cadangan batubara bagi makhluk yang hidup 34 juta tahun kemudian alias dinikmati manusia sekarang. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?  Kalau nggak salah sering saya dengar orang ngaji baca Al-Qur’an surah Ar-Rahman “Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukazdibaan”

Kembali ke “ada itung itungannya” seperti kata Pak Jokowi. Jika untuk proyek tersebut  kita butuhkan suplai batubara

Setiap harga suatu produk tentu ada komponen biaya managerial, biaya ngademin, angkutan darat dan laut, stock piling management, teknologi, riset, units peralatan, pajak pusat dan daerah, retribusi daerah, uang keamanan, semi keamanan, uang preman, asuransi, elesem pengawasan lingkungan, ganti untung lahan, over burden, mining, eksploring, biaya lingkungan, tanggung jawab sosial, biaya kerahiman dan kasih sayang serta berbagai biaya lainnya.105.840.000 Metrik ton.

Artinya akan ada perputaran uang yang mendinamisasi dan menggerakkan perekonomian rakyat. Katakan harga per metric ton batubara sekarang pada kisaran Rp. 364.000 / MT dikali 105.840.000. Maka uang yang “berjoget” selama setahun adalah Rp. 38.525.760.000.000. Terbilang berapa ? Capek ngitungnya….pokoknya sekitar 38,5 triliun per tahun.

Jangan lupa biaya hidup atau gaji pekerja ( diluar upah) yang kira kira alokasinya sebesar 7% dari harga jual. Alokasi dananya mencapai Rp.2.696.903.200.000 per tahun. Jika gaji pekerja prorate Rp.6.000.000 per bulan atau RP.72.000.000/ tahun maka hitungannya Rp.2.696.903.200.000 dibagi 72.000.000 ada sekitar 37.456 orang pekerja yang terlibat langsung, dengan tanggungan rata 3 orang =149.824 mulut.

Ini hanya dari aspek pekerjaan langsung produksi batu bara. Entahlah berapa jumlah tenaga kerja dari sub sector lainnya. Seperti subsector angkutan darat, terminal muat, angkutan laut, bongkar di pelabuhan tujuan. Demikian pula sektor yang tidak langsung namun keberadaannya tumbuh sebagai interaksi ekonomi masyarakat secara berantai dan sistemik,seperti unsur pasar, pendidikan, ibadah, hiburan, tukang jamu, pabrik rokok…and pedagang batu akik juga…

Last but not least…ini mungkin memberi jaminan kesempatan kerja  selama 30 tahun.

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 188,795 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

September 2016
S S R K J S M
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930