SyamJr's WebBlog

Reformasi Tak Punya Arah

Posted on: Maret 15, 2008

Republik Indonesia dalam dekade lima puluh tahun pertama, melalui program pembangunannya yang berkelanjutan, telah menempatkan diri menjadi salah satu bangsa dengan pembangunan tercepat di dunia, menjadi sebuah bangsa yang dikenal dalam pergaulan masyarakat internasional.

Sukses pembangunan nasional berubah menjadi bencana ketika dirasakan bahwa pembangunan berbasis pendekatan demographic berakibat timpangnya infrastruktur ekonomi. Sebab pada dasarnya tidak ada perubahan signifikan dibandingkan dengan masa penjajahan. Jika pada masa kolonial eksploitasi sumber daya alam Indonesia, bahagian terbesar hasilnya hanya untuk membangunan Negeri Belanda. Pada era kemerdekaan, eksploitasi sumber daya alam meski oleh bangsa sendiri tetapi hasilnya tidak menumbuhkan infrastruktur mamadai bagi wilayah setempat. Bahkan cenderung marginal akibat metoda pembangunan demographic approach tadi.

Jadi kehidupan tidaklah berbeda setelah republic ini diproklamasikan bahkan lebih parah lagi ketika sumber daya alam habis terpakai, sementara hasilnya hanya untuk kehidupan berpola konsumtif wilayah padat penduduk. Sebaliknya wilayah berpenduduk tipis namun padat potensi, infrastruktur bagi pembangunan sumber daya alam terbaharukan terabaikan begitu saja menyebabkan bangsa ini kehilangan daya saing dan kearifan budaya local yang protective terhadap sumber daya alamnya.

Problema ini dirasakan semakin mencekam ketika Indonesia dilanda krisis multi dimensi, rentetan mulai dari krisis sosial, ekonomi dan politik bahkan budaya. Krisis budaya karena bangsa ini telah kehilangan filosofi sebagai landasan berpijak kehidupannya. Seruan demokratisasi, transparansi dan akuntabilitas dimaksudkan untuk mengatasi krisis yang seterusnya mendjadi gerakan reformasi.

Namun disayangkan reformasi dimaknai terbatas pada upaya mengembalikan ideologi politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan. Reformasi sepatutnya bermakna perubahan kepada bentuk yang lebih baik, tetapi sekarang perdebatan atau lebih tepatnya konflik kepentingan masih terus berlangsung menyebabkan reformasi tidak punya arah. Falsafah  Pancasila yang sejatinya menjadi pedoman   dan disadari menjadi konsensus nasional kehidupan berbangsa. Makna semuanya adalah tantangan menyelesaikan permasalahan masa depan yang harus dilakukan sekarang secara tersistem.

2 Tanggapan to "Reformasi Tak Punya Arah"

nice! i’m gonna make my own blog

[…] tatanan kenegaraan yang terjadi di berbagai belahan dunia dari berbagai bangsa. Indonesia mencatat gerakan reformasi 1998 bersumber dari gerakan  intelektual berbagai kampus perguruan tinggi di seluruh tanah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,824 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d blogger menyukai ini: