SyamJr's WebBlog

Wawancara saya sendiri tentang Pilkada Jawa Timur

Posted on: Oktober 24, 2008

Apakah anda berkampanye untuk Khofifah?
Tidak
Apa alasan anda menyatakan Khofifah akan menang telak?
Ya saya sudah posting masalah ini pada 24 Juli lalu, disitu saya jelaskan bahwa perempuan Jatim punya semangat militan.
Jadi masih yakin dengan prediksi anda?

Tidak ada keharusan apapun untuk tidak yakin
Bagaimana jika jago anda kalah.
Yaa……kalah ya kalah gak apa apa…nggak repot. 🙂

Ini kan politik. Politik mengajarkan kearifan bukan huru hara. Kita berdemokrasi justru untuk menghargai aspirasi orang lain melalui kontes yang namanya pilkada atau nanti Pemilu. Negara kita mempunyai falsafah Pancasila, dimana harmoni menjadi aras sikap kita. Demokrasi Pancasila menuntun kehidupan bernegara agar tidak ada Tirani minoritas atau sebaliknya diktator mayoritas.
Jadi?
Dalam kehidupan demokrasi Pancasila, minoritas menghormati mayoritas sebaliknya mayoritas menghargai minoritas. Sehingga tercipta masyarakat yang menebarkan kasih sayang, bukan mnyemai kebencian. Coba simaklah dengan baik: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksaan dalam permusyawaran perwakilan. Itu diamanatkan oleh founding Father negara ini. Seyogianya kita menghormatinya.


Maksudnya sekarang kita tidak lagi menghormati founding father?


Dengan sistem pemilihan langsung nampaknya salah satu sila dari Pancasila tersebut telah dihapuskan. Orde Reformasi telah mengamandemen UUD 1945 pada Sidang Umum MPR. Sehingga sekarang kita melaksanakan pemilihan langsung seperti di Amerika Serikat. Ini adalah kesalahan sejarah. Karena dengan demikian kita kehilangan falsafah kehidupan bernegara. Sekarang kita hanya mempunyai empat sila saja tetapi kita tidak menegaskan bahwa sekarang prinsip dasar kehidupan bernegara Catur Sila bukan lagi Pancasila. Jadi empat tidak lima pun bukan. Tapi inilah realitas politik.


Jadi soal meyakini Khofifah akan menang telak pada Pilkada nanti?

Ya yakin aja…menurut kata hati seperti pemilih perempuan yang lebih commited dengan nuraninya.

Sementara itu Kompas.com memberitakan tentang prediksi hasil akhir pilihan gubernur Jawa Timur. Kutipan penuh dibawah ini;

JAKARTA, SENIN – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry mengatakan, secara metodologi, sulit memprediksikan hasil akhir pilihan gubernur Jawa Timur putaran II.

“Pasangan Ka-Ji (Khofifah-Mudjiono) dan KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) bersaing ketat,” kata Umar di Jakarta, Senin.

Survei terbaru kerjasama LSN dan Surabaya Survey Centre (SSC) menunjukkan tingkat popularitas dan elektabilitas kedua pasangan terpaut sangat tipis dan dukungan terhadap mereka hampir berimbang di semua kabupaten/kota.

Survei LSN-SSC dilaksanakan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur tanggal 6-17 Oktober 2008 melibatkan 1.000 responden dengan sampling error kurang lebih 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Mengenai tingkat popularitas, Soekarwo unggul tipis atas Khofifah. Soekarwo dikenal 84,7 responden, sedangkan Khofifah dikenal 84,3 responden. Untuk Cawagub, popularitas Saifullah Yusuf juga unggul atas Mudjiono.

Namun, dalam hal tingkat elektabilitas atau keterpilihan, pasangan Ka-Ji sedikit unggul di atas KarSa. Ka-Ji dipilih 37,9 persen responden, sedangkan KarSa 37 persen. Sementara 25,1 persen responden masih belum bisa memutuskan siapa yang dipilih atau golput.

“Perbedaan 0,9 persen ini tidak dapat disimpulkan Ka-Ji sudah pasti unggul atas KarSa,” kata Umar. Sebab, dengan margin of error survei sebesar 3,1 persen dan swing voters (suara mengambang) sebesar 25,1 persen berarti ada kemungkinan suara obyektif KarSa di lapangan lebih besar dari Ka-Ji, walaupun juga ada kemungkinan tetap lebih kecil dari Ka-Ji.

“Sisa waktu dua minggu ke depan dan juga debat kandidat di stasiun televisi, akan sangat menentukan pasangan mana yang akan unggul,” katanya.

1 Response to "Wawancara saya sendiri tentang Pilkada Jawa Timur"

Terima kasih kepada teman teman di Surabaya yang nanya via e-mail

Bagaimana jika jago anda kalah?

Yaa……kalah ya kalah gak apa apa…nggak repot.🙂

Ini kan politik. Politik mengajarkan kearifan bukan huru hara. Kita berdemokrasi justru untuk menghargai aspirasi orang lain melalui kontes yang namanya pilkada atau nanti Pemilu. Negara kita mempunyai falsafah Pancasila, dimana harmoni menjadi arasy sikap kita. Demokrasi Pancasila menuntun kehidupan bernegara agar tidak ada Tirani minoritas atau sebaliknya diktator mayoritas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,888 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: