SyamJr's WebBlog

Eh, Krismon datang lagi

Posted on: Oktober 28, 2008

Sekarang krisis keuangan sedang melanda dunia dan dampaknya sedang merambat perlahan tapi pasti. Di dalam negeri Pemerintah Indonesia telah mengambil kebijakan yang menjadi dasar operasional mengatasi dampak krisis terhadap perekonomian rakyat.

Namun secara umum, langkah yang diambil berupa ketat pengeluaran bahkan mugkin penjadwalan kembali investasi, terutama bilamana proyek investasi tersebut berkaitan dengan pinjaman. Reaksi ini tentu lebih difokuskan pada bank yang tidak likuid akibat krisis yang terjadi. Langkah serupa tapi tak sama dengan ketika krisis 1997.

Otoritas moneter ketika itu memang mengambil langkah strategis dengan mengucurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Secara teori dimaksudkan untuk membantu perbankkan agar tetap menggerakan industri dan perdagangan yang diharapkan mampu;
1. Mendorong berputarnya sektor riil.
2. Mempertahankan nilai rupiah.

Latar belakang kebijakan ini jelas berkaitan dengan konglomerasi. Perekonomian saat itu dikembangkan dengan pola trickle down effect.
Orde Baru terlampau pede dengan kebijakannya, mengabaikan dampak politik yang bergerak deras di arus bawah. Dalam tekanan resesi kelompok ekonomi lemah bertahan sekuat tenaga. Kebijakan makro lebih berpihak kepada konglomerasi, suatu kebijakan diskriminatif yang membakar sintimen politk rakyat.
Sementara pemerintah lengah atas perkembangan arus bawah karena mabuk single majority.

Para konglomerat ternyata dapat membaca dengan cermat sintimen yang terjadi. Langkah mereka adalah mengamankan uang yang ada ke investasi non cost operations, bahkan melarikan modal ke luar negeri atau capital flight. Perusahaan apiliasi atau groups member yang mendapat limpahan dana kredit juga diarahkan untuk mengamankan dananya di luar negeri.


Dana yang terbang ke luar negeri terutama Singapura termasuk uang yang bersumber dari BLBI, karena hampir seluruh konglomerat memiliki bank sendiri. Kondisi selanjutnya sudah dirasakan semua. Terjadi rush terhadap bank dan rupiah terjun bebas, terhempas menjadi lebih Rp.15.000 per satu dolar AS. Pabrik tutup dan PHK massal tak terlakan. Inilah review krisis 1997 yang dengan mudah di blow up menjadi issue politik dan berakhir dengan jatuhnya rejim Orde Baru.
Posting ini tidak bermaksud membahas masa lalu. Uraian tersebut diatas hanya sekadar mengingatkan kembali. Sebuah catatan guna menyusun langkah agar kekeliruan tak terulang. Termasuk mereka yang bergerak sebagai pegiat politik agar tidak terperangkap egoisme ideologis dengan menjatuhkan pemerintahan. Seperti yang kita di lakukan sepuluh tahun lalu yang pada akhirnya justru menciptakan kesengsaraan baru.
Dalam tekanan krisis yang sangat berat, salah satu sektor yang mampu terus bergerak menghidupkan perekonomian rakyat justru sektor non formal. Sektor akar rumput yang terbiasa mandiri seadanya modal bereaksi secara spontan dalam upaya bertahan hidup merupakan penomena menarik untuk dipelajari. Menarik dikaji untuk membuat konsep bagaiamana menghadapi dan melewati masa krisis.
Di pedesaan, manakala terasa kesulitan semakin parah maka para petani secara naluri memperluas tanaman singkong, sayuran dan tanaman obat di halam rumah masing masing. Energi yang dihasilkan dari NST alias nasi singkong tiwul itulah yang menggerakan ekonomi mayoritas rakyat negeri ini.
Dari kisah sedih krisis 1997 terbukti bahwa perusahaan yang menempatkan kekompakan karyawannya sebagai benteng terakhir, ternyata berhasil keluar dari kubangan. Perusahaan yang terus bergerak menyelesaikan proyeknya hingga mampu berproduksi. Perusahaan yang tidak melakukan rasionalisasi karyawan secara massal dan serampangan terbukti survive melewati masa kritisnya.
Sekalipun babak belur tapi tetap hidup dan menghidupi karyawannya. Mereka adalah industri manufaturing wong deso yang berbasis kekeluargaan dan gotong royong.
Pemandangan berbeda dari dari industri manufakturing yang dibangun para konglomerat. Mereka menempatkan karyawan sebagai beban ongkos bukan sebagai partner fundamental. Ketika dilanda krisis perusahaan ini melakukan PHK massal dan menutup pabrik sembari menunggu perkembangan selanjutnya.
Pemilik perusahaan duduk santai minum Kopi O di Singapura. Perusahaan semacam ini ternyata tidak bisa bangkit lagi. Pabrik dan mesin yang teknologinya out of date teronggok sebagai besi tua dalam gudang yang nampaknya seperti sarang vampir.

2 Tanggapan to "Eh, Krismon datang lagi"

Apa pun langkah yang akan diambil pemerintah dalam menangani banyaknya persoalan yang bertumpuk- tumpuk, intinya adalah bagaimana pemerintah benar-benar berpihak pada kepentingan yang lebih luas, yakni melindungi rakyat dari krisis ini. Rakyat tidak bisa dibirakan berdarah-darah menanggung beban hidup yang semakin berat.
Pemerintahan ini dianggap berhasil apabila mampu membawa keluar rakyat dari kondisi sulit saat ini. Jika tidak, para penguasa saat ini akan mendapatkan jawabannya pada Pemilu 2009 mendatang.

@Jonathan Haryanto,
Selamat malam dan salam sejahtera,
Pemerintah tidak akan bisa mengatasi krisis sendirian. Sekarang yang diuji adalah kemampuan menggerakan seluruh potensi bangsa ini untuk sinergi menghadapi krisis. tetapi, suprastruktur dan infrastruktur politik saat ini nampaknya tidak bergerak kearah sinergi tadi.(syamjr)

Sebenarnya hanya ada satu jawaban untuk bisa menyelesaikan krisis ekonomi yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Nah, properti adalah solusi (baca obat) dari krisis ekonomi. Bukanlah sektor yang musti dihantam dengan suku bunga tinggi, perijinan yang bermeja-meja dan tarif pajak yang mahal.

@Jonathan Haryanto
Selamat malam dan salam sejahtera,
Setuju, saya sependapat mengenai meningkatkan pertumbuhan. Tetapi “sektor properti” mungkin butuh kajian lebih jauh. Kalau tidak salah, apa yang terjadi di USA konon dipicu oleh sektor properti yang mengalami overheat (syamjr )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,824 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: