SyamJr's WebBlog

Iklan politik menjual pahlawan.

Posted on: November 15, 2008

Kampanye politik yang lagi ngetren dibicarakan aktivis partai adalah iklan yang menampilkan para pahlawan diantaranya Bung Karno dan Pak Harto. Saya gunakan istilah aktivis partai karena untuk disebut sebagai politisi terasa kurang representatif. Aktivis yang pokoknya asal debat saja biar dianggap tokoh. Maksudnya, dengan memperdebatkan masalah iklan politik kali ini, target nilai keuntungan politiknya tidak begitu signifikan untuk kepentingan partainya sendiri apalagi untuk kepentingan nasional.

Bahkan bisa saja terjadi blunder, perdebatan justeru bisa menjadi bumerang menimbulkan antipati bagi partai yang mempersoalkan iklan tersebut. Sementara masalah yang dihadapi rakyat sekarang adalah masalah kerja dan usaha yang bisa menjamin pendapatan mencukupi kehidupan sehari hari. Partai tidak mempunyai program rinci dan jelas yang bisa meyakinkan rakyat untuk memilihnya pada Pemilu 2009. Jadi serangan terhadap partai pemasang iklan politik dengan pernyataan atau klaim mempunyai keterkaitan historis dengan Bung Karno, bisa menjadi serangan balik dan akan berdampak negatif.

Publik yang mengidolakan beliau justeru mempertanyakan mengapa partai yang sekian lama berkiprah dipanggung politk sejak awal reformasi justru tidak pernah berbuat untuk Bung Karno. Pecinta berat beliau malah akan antipati dan tidak akan mendukung partai ini pada Pemilu 2009. Bung Karno adalah tokoh legendaris dengan gagasan orisininya; Demokrasi Terpimpin yang identik dengan Nasakom ( Nasionalis Agamis Komunis ). Meski pada era reformasi dengan keterbukaan dan demokratisasi yang begitu kuat, tidak ada satu partaipun yang mengusung gagasan beliau.

Demikian pula dengan Pak Harto, jika ada partai yang menyatakan klaim ikatan emosional historikal dengan beliau, tetapi realitasnya selama ini justru melakukan hal bertentangan dengan gagasan penyedehanaan partai politik dan Azas Tunggal Pancasila guna menghindari konflik ideologi berkepanjangan seperti sekarang. Konflik ideologi menurut pandangan Pak Harto menghambat gerakan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

Secara pragmatis Pak Harto meneruskan gagasan Bung Karno dengan menyederhanakan partai politik menjadi hanya tiga papan saja. Azas Tunggal Pancasila merupakan landasan gerakan politik sistematis melipat komunisme dan melemparkannya keluar dari tatanan kehidupan kenegaraan. Selama 32 tahun komunisme tidak bisa eksis, Pak Harto  mengganti posisi mereka dengan kekaryaan berbasis militer, menjamin stabilitas politik guna melangsungkan gerakan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

Dari pandangan ideologis konsep Eka Sila nya Bung Karno ( Baca Manifesto Politik dan USDEK ) muncul sebagai Azas Tungal pada era Orde Baru.

Kalau Bung Karno dengan Nasakom maka Pak Harto dengan NAS-A-MIL. Barisan Nasionalis diwakili oleh PDI (Partai Demokrasi Indonesia), kaum agamis diwakili oleh PPP (Partai Persatuan Pembangunan) sementara kelompok militer dengan mesin politiknya Golongan Karya. Dalam kiprahnya Orde Baru berhasil mewujudkan stabilitas kehidupan bernegara. Formula yang terkenal dari Pak Harto adalah Stabilitas – Pertumbuhan – Pemerataan.

Fanatisme politik orde baru masih ada pada tingkat grassroot dan jumlahnya cukup besar. Inilah yang mau disasar melalui iklan politik bertema pahlawan oleh Partai Keadilan Sejahtera. Saya pikir pesan politik melalui iklan bertema pahlawan tidak akan nyambung dengan pendukung Pak Harto. Bahkan pesan politik yang disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, melalui usulan gelar pahlawan, tidak nyambung juga dengan para pendukung fanatik Pak Harto.

Tetapi apakah PKS juga aka mentargetkan pendukung Nasakom? Saya pikir tidak demikian. Memang mereka yang mengidolakan Bung Karno termasuk diataranya adalah penganut komunisme. Selama 32 tahun kekuasan regim Orde Baru mereka tidak bisa eksis dalam tatanan kehidupan kenegaraan. Mereka tidak pernah ikut terlibat gegap gempita pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sampai 8.6 poin.

Gerakan reformasi berhasil menumbangkan Orde Baru dengan melengserkan Pak Harto, namun gagal mengembalikan seluruh ideologi politik dimana salah satunya adalah faham komunisme ke dalam tatanan kehidupan kenegaraan.

Komunis sekarang berada pada wilayah abu-abu, antara ada dan tiada dan sekarang masih berjuang untuk masuk ke infrastruktur dan suprastruktur politik Indonesia. Faktanya tidak ada satu partaipun yang mengakomodasikan mereka secara ideologis apalagi memperjuangkan NASAKOM sebagaimana gagasan Bung Karno.

Mereka penganut komunisme akan lebih cenderug sebagai Golput ketimbang memilih PKS. Sebaliknya PKS tentu tidak akan mempertaruhkan konstituen dari massa pendukungnya yang berbasis Islam. Jadi keuntungan politik yang ditarget melalui iklan politik itu agaknya masih tidak jelas.

1 Response to "Iklan politik menjual pahlawan."

Gw setuju dengan tindakan PKS ini, bahkan kini PKS menjalin harmoni yang manis sekali dengan PDIP, gk salah toh? Yang penting adalah suara!
Tidak perlu berbaju sempit lagi,sekarang era nya buka-buka an. Masalah akidah belakangan, itu bisa diatur di majelis2 taklim setempat

GO PKS!

@Ajaran
Ya iya sih mas, gak ada yang larang. Bebas bebas saja, sekarang era demokrasi liberal, bisa saja dua kelompok ideologi bersatu untuk mencapai target saat pemenangan pemilu 2009. Pragmatisme –Charles Sanders Peirce (1839-1914) – memang bukan weltanschaung atau filosofi fundamental. Pragmatisme dalam perilaku politik seperti dua simbol berbeda pada mata uang yang sama. Tetapi agaknya dua ideologi mempunyai tujuan masing masing. Gerakan reformasi menentang pragmatisme Orde Baru. ( syamjr )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,888 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
%d blogger menyukai ini: