SyamJr's WebBlog

Pertemuan Teuku Umar : Langkah Hukum atau Politik?

Posted on: April 16, 2009

Seperti menunggu episod sinetron, akhirnya suatu pertemuan dirumah kediaman Taufik Kiemas di Jalan Teuku Umar, kawasan Menteng, Jakarta, akhirnya tayang juga. Sejumlah tokoh bertemu membahas Pemilu Legislatif 2009 yang dinilai amburadul dan telah terjadi kecurangan secara sistematis.

Pertemuan berlangsung hari Selasa 14 April lalu, antara Megawati Ketua Umum PDIP, Prabowo (Gerindra) dan Wiranto (Hanura). Secara umum, hasil pertemuan itu adalah pernyataan politik tentang terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan pileg 2009 dan akan menempuh jalur hukum.

Kehadiran mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Ketua Majelis Syura PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Bappilu PAN Totok Daryanto, Ketua DPP PPP Rusdi Hanafi, Ketua DPP PKB Misbah Hidayat, Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi, Sekjen PKNU Idham Cholid,Ketua Umum PPRN Amelia Yani, serta Ketua DPP PDS Ferry B Siregar, tentu dimaksudkan menambah bobot politik pertemuan itu.

”Indonesia adalah negara hukum, kami tidak akan memvonis sesuatu yang belum diputuskan di ranah hukum, jadi kami akan lalui dulu jalur hukum.”, demikian Ketua Umum DPP. Partai Hanura Wiranto yang membacakan hasil pertemuan itu mewakili kelompoknya.

Kalau mau menempuh jalur hukum, memang begitulah yang diharapkan rakyat banyak dalam konteks kehidupan bernegara. Tapi namanya juga pertemuan politik, hasilnya tentu juga diharapkan mempunyai apeal politik, sebelum langkah hukum benar benar diambil sesuai dengan tata acaranya.

Apeal tersebut dapat kita rasakan melalui pernyataan penilaian terhadap penyelenggaraan pemilu. Menurut Wiranto, pemilu sangat jauh dari nilai-nilai jujur, bermartabat, adil dan demokratis. Daftar pemilih tetap yang dapat dimanipulasi secara sistemik telah mengakibatkan jutaan warga tidak bisa memberikan hak konstitusional untuk memilih wakilnya di parlemen. Begitu retorikanya.

Kalimat yang berbunyi – dapat dimanipulasi secara sistemik – adalah pernyataan yang ambigu, namun disambung dengan kalimat, ”tidak akan membiarkan kesemrawutan dan manipulasi yang berkembang dalam pelaksanaan pemilu”. Lalu terdapat pula pernyataan yang menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik pusat maupun di daerah, telah bersikap tidak netral dalam melaksanakan pemilu. “Apabila proses ini terus dibiarkan, pemilihan presiden pada 8 Juli 2009 mendatang hanya akan menghasilkan kebohongan”.

Sebagaimana disiarkan teve secara luas, ”Kami datang ke sini bukan karena soal menang atau kalah, tapi ini soal moral”, kata Prabowo.” Sedangkan Rizal Ramli menyatakan niatnya menuntut tangung jawab presiden. ”Ini tak bisa hanya KPU yang disalahkan, tetapi juga jadi tanggung jawab Presiden. Dua pemilu lalu, pada waktu Pak Habibie dan Mbak Mega, berlangsung jujur, adil, dan fair. Kali ini justru pemilu legislatif yang amburadul.” katanya.

Seluruh unek-unek tersebut diatas belum menjadi formula gugatan hukum, manakala memang mau menempuh jalur hukum sebagaimana diucapkan. Tetapi, seluruh pernyataan masih dalam artikulasi politik yang mungkin saja bertujuan membentuk pendapat umum, terkait dengan persaingan memperoleh simpati rakyat dalam rangka Pilpres 8 Juli 2009.

Kalau sekiranya berhasil menaikan rating jagonya yang akan diusung sebagai pesaing, maka langkah hukum urung dilakukan. Karena…cicak pun tahu kalau langkah hukum tetap saja menghasil “puas” atau “tidak puas” atas putusan pengadilan. Ini fenomena era reformasi sekarang yang mengandung resiko tinggi terhadap kedamaian kehidupan berbangsa. Konflik horizontal mungkin tak terhindarkan. Semoga hal ini menjadi pertimbangan para pemimpin kita.

Jadi hampir dapat ditebak bahwa yang dibutuhkan adalah solusi secara politik juga dan itulah yang diharapkan rakyat banyak. Karena semuanya sebenarnya memahami, pemilu yang amburadul kali ini bisa diakibatkan oleh penyelenggaraan yang tidak sesuai atau melanggar ketentuan Undang Undang. Atau lebih disebabkan oleh Undang Undang Pemilu yang memang kacau.

Sekadar info, bahwa dimasa reformasi ini telah dilakukan tiga kali pemilu dengan tiga Undang Undang yang berbeda……. undang undang sekali pakai…he he..kayak kondom aja.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,824 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

April 2009
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: