SyamJr's WebBlog

SBY dan Budiono Berbeda Pandangan Mengenai Privatisasi.

Posted on: Juni 24, 2009

Terdapat pandangan yang berbeda antara SBY dengan Budiono mengenai privatisasi. Suatu isu ekonomi yang ramai diperdebatkan oleh para pendukung masing masing capres/cawapres dikaitkan dengan apa yang disebut dengan neolib versus ekonomi kerakyatan. SBY bersikap konservatif dan hati hati, sehingga pemerintah tidak akan melakukan privatisasi dan tidak akan menjual asset Negara. Sementara Budiono bersikap progresif dengan argumentasi yang mendukung privatisasi BUMN secara selektif. Perbedaan pandangan bukan hal yang luar biasa berkaitan dengan latar belakang pertimbangan untuk mengambil keputusan kebijaksanaan dalam pemerintahan modern. Namun dalam kondisi musim kampanye Pilpres 2009 perbedaan pandangan tersebut bisa menimbulkan implikasi politis bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya.

Sebagaimana disiarkan KOMPAS.com – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan privatisasi dan penjualan aset pemerintah termasuk juga BUMN untuk menutup defisit APBN 2010. Pemerintah lebih memilih untuk menambah utang baik dalam maupun luar negeri untuk menutup defisit sebesar 1,3 persen PDB. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan bahwa pemerintah akan sangat hati-hati dan konservatif dalam menentukan anggaran dalam APBN 2010 nanti. Ia menambahkan, selain utang sumber pembiayaan masih akan mengandalkan dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan penerbitan obligasi. “Presiden menekankan, kita tidak akan melakukan privatisasi dan menjual aset negara,” tegas Paskah, kemarin……”

Pada kesempatan terpisah di Bandung, Cawapres Budiono mengungkapkan, “Ke depannya, privatisasi BUMN harus ditujukan untuk membentuk tata kelola pemerintahan yang baik, yang pada akhirnya dapat menguntungkan rakyat Indonesia,” ujar Boediono dalam diskusi perbankan syariah, Jumat (19/6) di RM Panyawangan, Bandung. Dengan demikian, hingga periode waktu tertentu, pengelolaan BUMN dengan mengombinasikan peran swasta dan pemerintah masih harus dimungkinkan. “Jika BUMN go public, atau memiliki strategic partner, segala aktivitas BUMN menjadi dapat diteropong sehingga terbangun transparansi dan tata kelola yang efektif dan efisien,” ujarnya.”….

Sementara itu dipastikan bahwa pemerintah melalui Kementerian BUMN akan melanjutkan program privatisasi terhadap 30 BUMN pada tahun 2009 yang sebagian besar merupakan pengalihan dari tahun 2008. “Tahun lalu (2008) karena kondisi pasar tidak memungkinkan, maka ada sejumlah BUMN restrukturisasinya carry over (dialihkan) ke tahun depan,” kata Deputi Menneg BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi, M Yasin, seusai  “Excecutive Briefing: A Regional Perspective in The Economic Crisis”, di Jakarta, Selasa (30/12).

Yasin menjelaskan, seharusnya jumlah yang harus diprivatisasi pada 2009 mencapai 44 perusahaan, tetapi karena sejumlah pertimbangan dan situasi ekonomi yang belum pasti maka kemungkinan hanya 30 perusahaan. “Dari 30 perusahaan umumnya skema privatisasinya dilakukan melalui IPO (Initial Public Offering), kecuali perusahaan yang kepemilikan saham pemerintah di dalamnya hanya kecil atau minoritas,” ujarnya. Sikap SBY sebagaimana diungkapkan Paskah Suzzeta, untuk tidak melakukan privatisasi dan menjual asset Negara nampaknya lebih pada tataran ideal, suatu statemen politik dalam nuansa kampanye pilpres dalam hal mana privatisasi dikonter lawan politiknya sebagai ciri neolib. Sementara Budiono yang saat ini bukan “orang pemerintah” karena baru calon wapres, lebih pada realitas empiris dalam hal mana berkaitan dengan kebutuhan pragmatis mengatasi keadaan perekonomian Negara.

Meskipun pernyataan Budiono bersifat perspektif jika terpilih sebagai wapres, tanpa analisa sekalipun maka dapat disimpulkan bahwa yang akan berjalan adalah argumentasi Budiono. Realitas pasar yang membentuk kondisi perekonomian negara akan mengalahkan visi idealis mempunyai analogi sederhana misalnya; bagaiamana  seseorang tidak berutang jika realitasnya memang tidak punya duit sedangkan barang belum laku dijual sementara kebutuhan aktual mendesak. Jadi jika misalnya Budiono adalah “real vice president” maka kayaknya akan terlihat standar ganda dalam menyikapi permasalahan bangsa. Sikap politik SBY pada tataran ideal tidak dijalankan pada tataran operasional.

Hal inikah yang terjadi pada duet SBY-JK? Apakah hal seperti ini akan terulang?  Sekalipun tidak yakin bahwa Budiono akan lebeih “berani” didanding JK, tapi sebagai ekonom  argumentasinya akan dapat mempengaruhi keputusan akhir.

Saya hanya berharap privatisasi tidak dilakukan tergadap BUMN sector industri strategis kalau perusahaan semacam itu masih ada, siapapun presidennya.

1 Response to "SBY dan Budiono Berbeda Pandangan Mengenai Privatisasi."

rasanya mendengar kata privatisasi pada waktu2 ini kok langsung saja dimudahkan artinya dengan menjual aset..lalu dibelokkan ke nasionalisme…bukannya pro atau anti privatisasi, secara empiris kan sudah terbukti bahwa privatisasi itu seperti pisau, bisa untuk memotong sayur, bisa untuk membunuh…pada beberapa negara berdampak positif, yang lain bisa negatif…artinya, konteks negara yang menentukan…privatisasi di negara lain belum tentu sukses jika dilakukan di indo..tapi jangan lupa, yg gagal di negara lain juga belum tentu gagal di indo…

buat saya, bumn yg industrinya tergolong tidak strategis tentu saja perlu diprivatisasi. tengok saja bri, mandiri, semen gresik, telkom..kan jauh lebih baik kinerjanya setelah privatisasi…
namun, jangan bumn seperti PT KAI, Pertamina diprivatisasi begitu saja..karena ada unsur tarif yang akan dikenakan ke rakyat dan tidak boleh semata-mata pertimbangan ekonomis. demikian juga bumn industri strategis, dirgantara, pindad dan sejenisnya..tentu tidak boleh diprivatisasi.
dari penggolongan ini saja terlihat bahwa yang perlu dilakukan adalah penyusuan rencana yg jelas, bumn apa saja dan kapan diprivatisasi serta model seperti apa…ini sudah dilakukan dan dibawa ke dpr serta disetujui…nah untuk maksimal hasilnya, biar dpr sudah setuju ..timing tidak pas, krn pasar lagi lesu..jadi tidak bisa dapat harga baik…pemerintah menunda…

sekali lagi, saya tidak menangkap kesan tidak sinkron antara sby-jk soal privatisasi..karena memang privatisasi bukan hal yang secara mudah ditentukan ya atau tidak…nol atau satu..banyak faktor yg menentukan…

@pahala. Terima kasih atas kunjungan dan waktunya berkesempatan memberikan komentar pada posting ini. Dalam hal privatisasi saya sependapat dengan anda. Karena itu pada bian akhir posting saya tuliskan…”Saya hanya berharap agar privatisasi tidak dilakukan kepada sektor industri strategis….,siapapun presidennya.
Posting saya mencoba menyimpulan perbedaan pandangan mengenai privatisasi antara Pak SBY dengan Pak Budiono, berdasarkan pemberitaan pers dalam hal ini kompas.com.
SBY menolak privatisasi BUMN dalam konteks penyusunan RUU APBN 2010, menurut saya sikap beliau lebih dominan kepada pertimbangan politis karena kemungkinan adanya semangat resistensi pada pembahasan RUU APBN di DPR jika untuk menutup anggaran penerimaan memasukan unsur privatisasi BUMN. Tegasnya agar RUU APBN bisa mulus di parlemen.
Sementara Pak Budiono dengan sikap dan pandangan seorang ekonom profesional, karena saat ini beliau belum masuk ranah politik, baru calon wapres, dalam hal mana privatisasi masih diperlukan secara selektif. Kebijakan berdasrkan pandangan ekonom profesional belum tentu bisa mulus di DPR karena varian sikap politik yang berbeda. Saya kira begitu..lai. Salam.(Syam Jr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,824 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d blogger menyukai ini: