SyamJr's WebBlog

Tentang Sinar Menurut Al Qur’an ; surat AN NUUR

Posted on: Oktober 11, 2009

Pengantar.

Ada pendapat tentang sinar menurut Al Qur’an ; surat AN NUUR  (QS;24/35.) ditulis oleh HENVEL sebagai bagian tanggapannya di blognya Aricloud Pendapat bloger ini menyanggah teori Albert Einstein tentang apa itu sinar.

Saya sangat tertarik dengan pendapat bung Henvel ini, saya penasaran untuk mengetahui lebih jauh lalu saya cari  di Google untuk mendapatkan blog ini. Mungkin ada artikel komplit mengenai hal sinar dan saya ingin berkomunikasi secara langsung dengan beliau, mendapatkan konfirmasi ijin untuk bisa sharing kepada teman teman bloger yang berminat.

Pendapat beliau,  menurut saya bisa merubah paradigm of the climate changes,  tentang perubahan iklim yang memengaruhi geopolitik dan sekarang menjadi isu sentral KTT G20, suatu pendapat penting untuk disimak.

Situs Henvel saya temukan  http://henvel.wordpress.com/ namun sayang saya tidak bisa menemukan artikel yang saya maksud dan bahkan untuk berkomunikasi dengan beliau melalui halaman ‘ about me’  tidak bisa juga.

Tetapi pendapat beliau itu telah beredar di dunia maya. Oke my bro, saya seperti telah membaca artikel pada sobekan koran lawas. Berikut saya salin dan tempel di bawah ini untuk tetap menjaga keaslian tulisan bung Henvel. Untuk kebaikan semua saya mohon maaf.

Apa pendapat dan pandangan anda? Semoga bermanfaat.

Salam,

Syam Jr.

****

………”

Tentang sinar, apa yang kita ketahui tentang sinar tersebut, apa sinar menurut Einstein yang diyakini kebenarannya sampai sekarang termasuk oleh para ilmuwan Islam tanpa mereka menganalisa apa yang telah difirmankan ALLAH, kitab yang tidak ada keraguan, petunjuk bagi seluruh manusia.

Dan apa sinar menurut Alquran, mari kita analisa;

Tapi tiada salah sebelumnya kita menarik kembali garis kebelakang menganalisa apa yang telah di cetuskan oleh Albert Einstein tentang sinar. Karena pendapat Einstein inilah yang menjadi pokok pangkal bahwa Plenet-planet lain tidak berpenghuni.

Dia (Einstein) berpendapat bahwa sinar yang datang dari Matahari atau Surya terdiri dari partikel atom. Bahwa sinar itu merupakan elektron yang mempunyai wujud konkrit dengan memiliki berat dan masa tertentu, dikatakan lebih kurang 1/1000 berat atom hidrogen, electron berputar di sumbunya seperti proton yang jadi inti atom, dengan pemikiran seperti itu Einstein beranggapan bahwa Matahari beratnya akan berkurang terus sepanjang masa dan akhirnya habis atau di istilahkan sebagai bintang mati.
Tapi ada suatu keanehan yang sulit dianalisa dalam teori ini, kalaulah benar Matahari itu membuang partikel atomnya dan juga sinar itu terdiri dari unsur yang mengandung masa. Berat dan ukuran Matahari akan mengecil, kemudian menghilang dari penglihatan, kita tidak dapat membayangkan suatu kejadian yang melanda Tatasurya ini, satu-satu planet ini akan terpelanting entah kemana, akan rusaklah keseimbangan jagad raya ini, dan tentunya kasus ini juga sama dengan Tatasurya lainnya.

Dan ( Note : berdasarkan teori  Einstein ini – Syam Jr ) maka seharusnya planet yang lebih dekat dengan Matahari tentunya bermassa lebih besar, tetapi kenyataannya berlaku lain, planet Mercury yang paling dekat denga Matahari itu ternyata suatu planet kecil saja.

Pendapat lainnya dari Einstein bahwa Sinar itu juga bergerak melengkung sewaktu melintasi benda angkasa, hal ini disebabkan sinar itu terdiri dari partikel yang memiliki daya jatuh, dikerenakan demikianlah pandangan mata seseorang akan bergerak melengkung pada pandangan jauh. Dari gerakan sinar yang melengkung demikian Einstein berpandapat bahwa semestaraya berstatus statik yaitu memiliki daerah orbit tetap atau tidak meluas dimana setiap bintang bergerak melengkung ke segala penjuru dari pusat ledakannya semula.

Teori ini memang telah membuka cakrawala baru dalam ilmu pengetahuan, sehingga menggiatkan para ilmuwan dengan melakukan percobaan-percobaan yang akhirnya meningkatkan ilmu pengetahuan dengan pesat, tetapi teori itu sendiri tidaklah merupakan dasar dari pengetahuan selanjutnya, hanya merupakan suatu lapangan pemikiran baru atau suntikan hormon untuk memberikan semangat baru untuk orang selalu berpacu dengan melakukan penelitian-penelitian.

Sinar dari Matahari yang dikatakan Einstein terdiri dari partikel atom dan di amini oleh para sarjana Barat menetapkan kecepatannya 300.000 km/detik. Bgaimana tentang kejadian ledakan bom di Nagasaki dan Hiroshima Jepang yang dijatuhkan tentara Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945?

Tentunya partikel atom yang bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik akan tercampak oleh ledakan bom itu dan radiasi atau partikel dari bom itu sendiri akan melingkupi permukaan Bumi pada detik itu juga, karena kecepatan dari sinar itu satu detiknya bisa mengitari Bumi tujuh kali keliling, dan juga pada saat itu binasalah semua makhluk Bumi.  ( note : lingkaran bumi sekitar 47.500 kilometer – Syam Jr ).

Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, ledakan itu hanya merusak daerah beberapa kilometer saja dari titik pusat ledakan dan tercatat mereka yang tewas lebih kurang 140.000 jiwa disebabkan olen pancaran radiasi atom. Pada waktu kejadian, penduduk-penduduk yang ada di pulau-pulau lain tetap selamat, tidak pernah terjamah oleh partikel atom atau oleh pancaran radiasi ledakan dari bom atom tersebut.

Dari bukti ledakan bom atom itu jelaslah kecepatan partikel atom tidak akan melampaui kecepatan peluru yang sampai 1000 meter per detik, walaupun dicampakan dengan alat apapun, detik per detik akan berkurang kecepatannya, akhirnya partikel itu akan kehilangan daya lentingnya dan kembali jatuh tersebab tarikan gravitasi, begitupun yang terjadi pada permukaan Matahari, semburan partikelnya akan di tarik kembali, jadi jelaslah sinar Matahari yang sampai ke Bumi bukanlah partikel atom.

Alangkah banyaknya Pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan kepada penganut teori Einstein salah satunya seperti di bawah ini:
1. Kalaulah benar sinar itu terdiri dari partikel atom yang bergerak cepat, kenapa kecepatan geraknya itu bersamaan saja antara yang melalui kehampaan dan yang melalui halangan yang terdiri dari kaca?
2. Bukankah menurut mestinya, sinar yang terdiri dari partikel atom itu akan semakin lambat geraknya sewaktu menembus kaca yang lebih tebal atau menghentikan geraknya sama sekali? Padahal kaca juga terdiri dari atom berbentuk molekul yang tentunya menghalangi setiap partikel lain menembus dirinya. Tetapi kenyatannya sinar tetap juga melalaui kaca tebal itu dengan kecepatan yang sama.
3. Diketahui gerak sinar dalam sedetik sekitar 186.282 mil atau 300.000 km, maka bagaimana partikel atom yang begitu kecil terpelanting dari pembakaran akan sempat bergerak secepat itu? Padahal peluru yang sengaja ditembakkan dari senjata api paling cepat bergerak 1.000 meter per detik atau maksimal hanya tiga kali kecepatan suara.
4. Jika benarlah sinar itu terdiri dari partikel atom yang memiliki massa dan berat, maka tentunya daerah angkasa luas dipenuhi oleh partikel yang melayang cepat terpelanting dari Matahari dan dari jutaan bintang lain. Apakah pendapat begitu tidak bertantangan dengan ketentuan yang menyatakan angkasa luas itu daerah hampa mutlak?
5. Apabila benarlah sinar Matahari terdiri dari partikel atom, kenapa percobaan yang dilakukan tidak membuktikan kebenarannya bahwa kaca tipis yang ditempatkan di atmosfir terbuka dalam beberapa tahun tidak menjadi semakin tebal? Padahal sinar yang sampai ke Bumi bukan saja datang dari Matahari tetapi juga dari jutaan bintang gemerlapan di angkasa luas.

Memang semua pertanyaan di atas ini tak mungkin dijawab oleh penganut teori Einstein, padahal semua pertanyaan itu wajar saja. Namun teori itulah yang menimbulkan anggapan bahwa planet-planet yang lebih dekat pada Matahari bersuhu panas sedangkan yang jauh dari Matahari bersuhu lebih dingin, pada keduanya tak mungkin berlaku kehidupan garis normal sebagai di Bumi.

Garis-garis sinar spektrum yang disangkakan orang berupa partikel atom datang dari Matahari dan bintang-bintang lain sebagai terlihat pada lensa peneropongan, sebenarnya adalah garis-garis molekul yang mengambang dalam daerah atmosfir Bumi sendiri. Sewaktu orang mendapatkan sinar spektrum dari Matahari, mereka melihat garis-garis jarang sebagai yang mereka katakan partikel sinar dari Matahari. Padahal, sewaktu mereka meneropong Matahari tentulah pada siang hari udara atmosfir renggang mengambang, sementara ketika meneropongi bintang-bintang tentunya pada malam hari molekul-molekul udara merapat dan agak berdesak.

Untuk mendapatkan gambaran sempurna dari suatu bintang tanpa ganguan atmosfir, hendaklah orang ke luar dari daerah atmosfir yang melingkupi Bumi ini. Jadi keterangan para sarjana Barat selama ini mengenai sinar spektrum dari bintang-bintang dan Matahari adalah data-data yang sangat diragukan, karena alat peneropongan yang mereka pakai senantiasa dihalangi oleh berbagai molekul di atmosfir serta pembiasan oleh lapisan-lapian ionosfir Bumi, keduanya tidak bersamaan keadaannya antara waktu malam dan siang hari.

Tentang wujud sinar yang kita bicarakan ini, benarlah sinyalemen Alquran pada Ayat  AN NUUR QS;24/35.

Kepunyaan ALLAH Nuur planet-planet dan Bumi ini. Perumpamaan Nuur-NYA itu seperti ruang (semasta hampa) yang di dalamnya ada pelita (bintang berapi). Pelita itu dalam kaca, sedangkan kaca itu seolah-olah planet yang diperiringkan dinyatakan dari pertumbuhan yang di berkati (yaitu dari rawasia) beratmosfir tidak saja di timur dan tidak pula di barat (malah seputarnya). Hampir saja atmosfirnya (yang mengkilap itu) menyala walaupun dia tidak disintuh api. Tatasurya diatas tatasurya (bersusun di semesta raya). ALLAH menunjukki orang-orang yang DIA kehendaki bagi Tatasurya-NYA, dan DIA contohkan permisalan-permisalan itu untuk manusia dan ALLAH mengetahui tiap sesuatu.
Bahwa ionosfir planet hampir saja terbakar walaupun tidak disentuh api Matahari. Maksudnya ialah bahwa ionosfir planet-planet senantiasa kelihatan bersinar terang bagaikan terbakar sebagaimana keadaan Jupiter dan Venus tanpak dari Bumi, begitu pula yang lain-lainnya, namun ionosfir planet-planet itu tidak pernah dijamah partikel yang datang dari Matahari. Dengan demikian jelaslah sinar bukan partikel atom.

Setiap atom memiliki inti yang dinamakan dengan Rawasia atau batang magnet yang berputar di sumbunya dari barat ke arah timur. Rawasia ini, walaupun sama diketahui umum, namun para sarjana Barat menamakannya dengan Proton. Jadi setiap atom itu berputar di sumbunya sebagaimana Bumi ini atau sebagai orang Tawaf keliling Ka’bah di Makkah, bersamaan pula dengan lilitan tetumbuhan merambat yang tidak pernah melawan arah. Dengan magnetnya Bumi, dan dia diliputi oleh Mar’a pada jarak tertentu dan kerenanya atom memiliki ukuran massa.

Sebaliknya Mar’a yang oleh sarjana Barat disebut dengan Meson atau Neutrino tanpa batang magnet, hanya berputar ikut bersama putaran Proton sendiri, karenanya dia tidak mengandung ukuran berat sama sekali lalu dapat dinamakan dengan nonpartikel.

Sementara itu Mar’a yang meliputi kutub-kutub Proton mendapat induksi magnet negatif lalu dinamakan dengan elektron, dan induksi positif yang kemudian dinamakan positron. pada waktu atom mengalami fisi atau fusi maka bagian Mar’a tadi ada yang terlepas dari Proton lalu dia mengapung ke angkasa bebas dalam keadaan tanpa magnet, karenanya Neutrino ini tak mungkin ditangkap atau ditahan lagi. Waktu itu dia kita namakan antipartikel atau antiatom yang oleh Dr. Faiberg seorang ahli astronomi USA dinamakan dengan Tachion, namun Mar’a demikian masih termasuk wujud konkrit.

Walaupun Mar’a meliputi Proton, tetapi dia tidak memiliki unit tertentu, karena seluruh bagiannya mengapung bebas, namun masih ada yang meliputi seluruh permukaan Proton, kecuali tebalnya yang berubah lalu menyebabkan atom itu tidak stabil sampai pada proses pertumbuhan yang ditentukan ALLAH hingga atom itu stabil kembali. Pertumbuhan di sini bersamaan dengan lapisan ionosfir Bumi yang semakin tebal sepanjang zaman.

Sementara itu sinar adalah juga wujud nonpartikel tanpa ukuran berat, tanpa bilangan unit. Sinar tidak dipengaruhi oleh magnet dan bukan antipartikel, tetapi bergelombang cepat yang kini tercatat sekira 300.000 km per detik. Maka sinar adalah wujud yang memenuhi seluruh lapangan dan ruangan, dapat bergelombang ke seluruh arah dari titik pusat cetusan dengan kecepata yang sama dengan gelombang yang semakin kecil. Gelombang sinar ini bergerak lurus, dan pembelokan hanya berlaku bila ada suatu penghalang yang memantulkannya.

Semua bintang diangkasa, begitupun Matahari kita, memiliki atom yang sangat aktif. Atom-atomnya berputar cepat sekali, semuanya sangat aktif disebkan oleh sirkulasi magnet antara planet-planet dan Matahari sendiri. Putaran atom demikian memaksa Mar’a yang melingkupinya ikut berputar cepat bersamanya. Aktivitas ini menyebabkan lapangan sinar yang disentuhnya jadi aktif pula lalu menggelombang ke segala arah. Gelombang sinar itulah yang sampai kepada Bumi sangat kecil, hingga tidak menimbulkan panas apa-apa.

Maka gelombang sinar Matahari yang sampai pada Mar’a yang melingkupi atom sesuatu benda di Bumi ini, menyebabkan Mar’a benda ini jadi aktif pula dan otomatis memaksa Protonnnya ikut berputar lebih aktif. Akibatnya timbullah panas. Selanjutnya atom ini menimbulkan aktivitas berantai dengan akibat yang sama pada atom lain yang Mar’a-nya menerima pantulan gelombang sinar. Akhirnya hal demikian menjadi proses atom dengan segala kegiatannya, dan itulah yang kemudiannya jadi pembakaran.

Sejalan dengan itu, jangan pula lupa bahwa panas dapat juga ditimbulkan oleh friction, proses kimia, dan hal-hal lainnya, yang pada pokoknya mengaktifkan Proton, Mar’a yang melingkupinya, dan kemudian menimbulkan gelombang sinar.

Pada dasarnya gelombang sinar itulah yang memperlihatkan benda-benda dengan berbagai warna pada pandangan kita, dilengkapi oleh tingkat reaksi dari Mar’a benda yang memantulkan gelombang tersebut. Sebaliknya gelombang sinar yang tidak dihalangi geraknya oleh Mar’a, tidaklah dapat dilihat mata walaupun dia bergelombang besar sekali.

Hal ini dapat dibuktikan pada benda-benda yang ada di ruang angkasa bebas, umpamanya berposisi dalam daerah umbra Bumi atau pada angkasa malam, maka benda itu takkan kelihatan karena tidak dijamah oleh gelombang sinar dari Matahari begitu pula angkasa luas yang hampa benda dimana tiada satupun akan kelihatan walaupun gelombang sinar dari Matahari melaluinya hebat dan besar sekali.

Hal ini menjadi bukti pula bahwa sinar itu sendiri bukanlah partikel atom.

Jadi, jika orang melihat suatu benda, maka yang dilihatnya itu bukanlah sinar tetapi Mar’a dari atom benda tersebut yang telah menjadi aktif tersebab ditimpa oleh gelombang sinar dari tempat lain. Memanglah sinar itu wujud non Partikel yang tidak memilki ukuran massa dan berat, tak mungkin diketahui adanya tanpa pantulan Mar’a atom sesuau benda.

Sebaliknya sesuatu benda takkan dapat dilihat walaupun oleh mata kucing bilaman benda itu sendiri tidak mendapat gelombang sinar sedikit juga. Demikianlah Alquran memberikan keterangan tentang sinar, bahwa Bulan tidak akan kelihatan jika tidak dijamah oleh gelombang sinar dari Matahari, terkandung pada Ayat  NUUH  QS; 71/16.

Dia jadikan bulan-bulan pada mereka ada sinar, dan menjadikan Matahari itu selaku pelita

Gelombang sinar Matahari menimpa ionosfir Bumi waktu siang hari, lalu menimbulkan panas di permukaan Bumi kawasan itu karena gelombang sinar tersebut pantul memantul pada semua benda, juga pada molekul udara yang menjadi media penghubung panas, tetapi bukanlah sinar yang datang dari Matahari berbentuk partikel atom seperti dinyatakan oleh Einstein.
Angkasa bebas antara Matahari dan planet-planet adalah daerah hampa mutlak kecuali dari meteorites yang masih berlayangan, karenanya panas yang diterima planet-planet dari Matahari adalah yang ditimbulkan gelombang sinar, bukan partikel atom.

Maka planet yang dekat posisinya dari Matahari tidaklah terbakar kepanasan, sebaliknya planet yang jauh bukanlah kedinginan. ALLah menentukan komposisi atmosfir setiapnya sesuai dengan besar gelombang sinar Matahari yang diterima planet itu untuk berlakunya kehidupan secara praktis, demikian tersimpul pada Ayat  ASY SYUURAA  QS;42/29.

Dan dari pertan-pertanda-NYA ialah penciptaan planet-planet dan Bumi serta apa-apa yang DIA kembangbiakkan pada keduanya dari makhluk berjiwa dan DIA menentukan atas pengumpulan mereka ketika DIA kehendaki.

ALLAH sengaja menciptakan Rawasia atau batang magnet setiap planet menurut ketentuan-NYA hingga masing-masing memilki nilai tarik berbeda sebagai dinyatakan pada Ayat FUSHILAT  QS; 41/10

Dan Dia jadikan padanya dari atasnya Rawasia, dan memberkati padanya (dengan ionosfir) dan menentukan padanya (rotasinya) dalam empat hari (4000 tahun). Bersamaan bagi hasil orang-orang yang meminta (menyelidiki).

AL  QOMAR  QS;54/49.

Bahwa tiap sesuatunya KAMI ciptakan dia dengan satu ketentuan.

Semuanya diciptakan untuk memiliki magnet bersistem Reguler agar tetap bergolak untuk selamanya. Bulan-bulan memiliki sistem Spot tanpa rotasi agar senantiasa mengorbit keliling planet untuk menimbulkan pergantian pasang, dan planet-planet memiliki sistem Simple yang nilai tariknya berbeda dengan rotasi di sumbunya sembari mengorbit keliling Matahari agar cocok untuk tempat kehidupan.

Catatan-catatan memberikan data bahwa panas api listrik sampai setinggi 3.500°C, dan permukaan Matahari diperkirakan orang sampai 6.000°C sedangkan pada pusatnya mencapai 40.000.000°C. Maka dengan panas begitu tinggi, kita cenderung untuk menyatakan bahwa pembakaran yang berlaku di permukaan Matahari bukanlah sama yang berlaku di permukaan Bumi di mana ada zat-zat, karena mengalami proses tertentu, telah berubah berbentuk api.

Sampai kini manusia Bumi belum sempat membuktikan sesuatu tentang apa yang sesungguhnya berlaku di permukaan Matahari, begitupun macam zat yang ada padanya, maka atas hal demikian, kita lebih cendrung untuk beranggapan bahwa api yang tampak di permukaan Matahari adalah pancaran listrik di mana tiada satupun zat yang sempat menghilang dan yang bergelombang dari Matahari untuk menimbulkan panas di Bumi ialah gelombang sinar listrik yang berkelanjutan tanpa akhir untuk selamanya. Cukup jelas bukan !!!!!!

Teori Einstein sedikitnya telah memperlambat pengetahuan manusia dibidang astronomi tentang iklim planet-planet, hingga para ilmuwan berkesimpulan planet yang diatas dan dibawah Bumi tidak sesuai untuk berlakunya suatu kehidupan seperti di Bumi dan diamini oleh ilmuwan Islam tanpa koreksi.

Oke my bro setelah kini kita ketahui seluruh planet ada kehidupan yang sama dengan Bumi, masihkah anda percaya Adam sebagai manusia pertama?

Untuk persoalan ini sebaiknya perlu kita buka pola berfikir yang selama ini telah banyak dipengaruhi ajaran yang tidak sesuai dengan Alquran.

Mengenai langit sudah dipahami bahwa arti samawat adalah planet-planet, dan ada tujuh diatas Bumi, semuanya teranalisa dengan jelas, analisa yang berlainan dengan saudara kita Agus Mustofa bahwa langit ketujuh itu berdimensi 9, dan dilangit yang ketujuh itu tempat Sorga dan Neraka juga tempat berkumpulnya para malaikat, entah dari mana saudara kita ini mendapatkan hal yang tidak logis, inilah yang kita maksud bahwa Mas Agus belum paham apa yang dimaksud denangan SAMAWAT.

jadi bagaimana dengan Mi’raj Nabi? Nanti kita analisa lagi, satu-satu harus kita bahas agar tidak lari dari pokok permasalahan.

Planet terpingir itu ALLAH menamakannya dengan Sidratul Muntaha (Teratai Pemberhentian) manusia menamakannya dengan Sedna (Dewi kutub) Kenapa ALLAH menamakannya Sridatul Muntaha? Oke my bro nanti kita sambung .

wassalam.

HENVEL.

1 Response to "Tentang Sinar Menurut Al Qur’an ; surat AN NUUR"

di download ajah ya mas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,888 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Oktober 2009
S S R K J S M
« Jul   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: