SyamJr's WebBlog

Uups Ada Buaya…

Posted on: Oktober 16, 2009

Ini adalah catatan kecil ketika menelusuri kanak kanal di lahan rawa Provinsi Kalimantan Selatan. Jadi bukan rumor bukan gossip cicak versus buaya hingar bingar rebutan kekuasaan di Jakarta. Perjalanan ini sebenarnya adalah perjalanan  kerja tetapi menjadi seperti  petualangan. Bisa dibayangkan bagaimana menerabas  hutan rawa permanen ( monoton ) seluas 11.800 hektar di Kabupaten Tapin yang akan disulap menjadi  perkebunan kelapa sawit. Mirip petualangan karena perjalanan  menggunakan perahu “klotok” menelusuri daerah rawa yang katanya banyak buayanya.

Suara dari knalpot mesin perahu itu berbunyi  sangat nyaring bikin pekak  telinga… klotoklotoklotoklotoklotoklotok.……

Perahu ini mampu membawa penumpang sekitar 12 orang dan selalu oleng kanan kiri jika ada penumpang yang geser duduknya. Apalagi bagi yang belum pernah naik klotok, baru liat perahunya saja sudah stress duluan.

Pak …aman gak naik ginian.

Lahan rawa dan kanal hingga ke horison.

Lahan rawa dan kanal hingga ke horison.

Oh yaa…aaaman bu, …ini abang tukang perahu  sudah pengalaman bu. Aman kan bang…..

Si abang yang namanya  Jungkir, cuma mesem mesem sambil ngangguk. Dia warga setempat yang sudah jadi karyawan sejak survey awal pemilihan lokasi proyek ini.

Belum naik juga ke perahu, presdir saya yang cantik itu nyanya lagi…

Disini katanya banyak buayanya ya pak.

Uups saya kaget juga mendengar pertanyaan beliau. Sebenarnya isu mengenai buaya memang sering saya dengar tetapi selama hampir delapan bulan survey disini tidak pernah saya melihat buaya. Apalagi melihat buaya lagi nongkrong kekenyangan makan cicak..he he.

Kenapa bu…banyak buaya? …nggak lah bu….gak ada buaya disini….

Ringkas ceritera, ibu presdir akhirnya jadi juga naik klotok. Petualangan yang memakan waktu sekitar dua jam dimulai dengan tujuan base camp di lokasi tanam kelapa sawit. Rombongan memang terbagi dua, klotok pertama ada ibu presdir, manejer, konsultan dan tamu dari BNI.  Sedangkan  yang satunya lagi ditumpangi  pengawal yaitu pak satpam, pak polisi teman teman dari bagian planter.

Tetapi selang satu jam perjalanan perahu terpisah. Agaknya perahu yang mengawal kami di belakang kandas dan mesin mogok, Karena suara klotok hingar bingar dan semua penumpang menghadap kedepan maka hilanglah mereka dari penglihatan. Lagi pula  klotok kami sudah masuk kekanal lain ke arah barat. Rombongan kami  menjadi tegang karena kehilangan pengawal. Tapi saya tetap bersikap tenang agar semua merasa tenang dan aman aman saja.

Tiba tiba “driver” klotok mematikan mesinnya dan perahu berhenti. Dia seperti melebarkan kupingnya untuk mencoba mencari tahu dimana klotok satpam yang satunya tadi berada. Tetapi hutan rawa terasa senyap tak terdengar suara klotok.

Setelah itu bang Jungkir mendekat ke kuping saya ……

tolong bapak tenang saja dan diam jangan kemana mana….ada buaya…bisiknya. Uups ada buaya…saya terkesiap…,,untung  teman teman rombongan  tidak mendengarnya.

Lalu bang Jungkir beranjak dari perahu , turun melorot pelan ke air, kepinggir kanal dan kemudian merayap seperti buaya menyibak semak semak tumbuhan di rawa itu. Gerakannya persis seperti buaya. Merayap terus masuk dan truuus masuk dan akhirnya bang Jungkir  terlindung dari pandangan saya. Hilang dibalik semak semak.

Meski gelisah dalam hati saya terkagum kagum,,,bang Jungkir bukannya takut, bahkan sepertinya mengejar mau nangkep sang buaya. Tapi saya tetap diam dan tenang tenag saja. Meskipun kemudian ibu presdir nanya..

Ada apa pak…kenapa driver kita ini kok masuk ke hutan?

Nggak ada apa apa bu, barangkali dia cuman mau mengambil tumbuhan obat yang banyak tumbuh disini biasanya sih begitu..… saya berbohong

Sudah hampir sepuluh menit kok  dia gak balik balik dan tidak ada suara apapun. Sekarang ketegangan perasaan saya bertambah…dari pada gak berbuat apa apa, kalau kenapa kenapa bagaimana. Lalu  saya beranikan diri menyusul bang Jungkir. Pisau “Rambo” yang bergerigi saya bawa untuk berjaga jaga. Trus saya meluncur ke air, merayap pelan pelan meniru gerakan bang Jungkir.

Setelah masuk ke semak semak sekitar dua puluh meter, saya mulai mencium bau aneh…yaa baunya aneh…yaa tapi sepertinya kok kayak bau jengkol…lalu saya toleh kiri kanan dan merayap maju lagi………….

alamaaak………….ternyata bang Jungkir lagi nongkrong bertengger di cabang pohon tumbang…dia lagi asyik ngeden….kebanyakan makan jengkol kaleee.

Buaya dengkulmu kiir.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,888 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Oktober 2009
S S R K J S M
« Jul   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: