SyamJr's WebBlog

Global Warming? oh..no no no no.

Posted on: Oktober 24, 2009

Masalah hutan dan kehutanan manakala ditinjau dengan terminology ‘global warming’ akan merugikan kepentingan nasional bangsa Indonesia. Sebab kesepakatan politik global ini mendudukan hutan tropis sebagai wilayah konservasi sumber karbohidrat. Meskipun skema  carbon trade  protocol Kyoto memberikan konvensasi sekian USD untuk setiap hektar hutan, tetap saja kepentingan nasional kita kalah dalam percaturan kepentingan global.

Negara industry maju selalu mengatakan bahwa kebijakan global warming adalah demi kepentingan kemanusiaan. Argumen seperti itu dengan mudah mereka sampaikan karena mereka sudah hidup layak manusiawi, realitas kehidupan mereka ditopang oleh kemajuan industry berteknomlogi tinggi. Industri mereka menghamburkan emisi hingga ambang batas kritis. Dan melalui kesepakatan “global warning” kita diminta keadilannya melestarikan hutan. Sedangkan realitas kehidupan kita masih tergolong sangat dekat dengan alam.

Oke my bro, ada pertanyaan kecil saya; apakah sekarang saudara kita sebangsa setanah air ini seperti di Kalimantan dan Papua sudah bisa dikatakan hidup layak manusiawi dengan terminology global negara industry maju, apakah setara? Let us chorus..no no no no.

Sementara kita dimintai keadilannya untuk legowo melestarikan hutan tropis, kita diminta kearifannya untuk dengan sabar tinggal di wlayah konservasi, warga kita tidak boleh menebang pohon nangka di halaman rumah sendiri sekalipun, padahal  desa  kita memang dalam kawasan hutan. Masyarakat kita dituding sebagai pencuri kayu dari skema  illegal logging oleh para birokrat yang tidak paham realitas hidup di hutan. Kita diminta untuk menerima pasrah harus tinggal dikawasan konservasi dunia sama sebagaimana bangsa Indian di Amerika pada masa lalu karena bangsa Eropa membutuhkan tanah di benua baru itu.

Industri negara maju yang menghasilkan emisi melampaui ambang batas kritis yang seharusnya ditutup sesuai konvensi. Tetapi dengan skema Carbon Trade mereka dapat terus menghidupan industrinya untuk menghindari PHK besar besaran di negara mereka. Itulah masalah mereka yang ditimpakan ke pundak kitaooh no no no.

Protokol Kyoto yang telah diratifikasi DPR pada 2004 menjadi undang undang akan segera berakhir dan akan diperbaharui melalui konvensi di Ontario, Canada. Mengapa kita tidak menuntut keadilan, jangan hanya negara berkembang yang dituntut memelihara hutan. Sejatinya harus ada keseimbangan, bahwa negera industry maju harus menghutankan kembali wilayahnya setara dengan tingkat emisi yang mereka buang keudara.

Bagaimana kalau kita usulkan bahwa setiap kota di belahan bumi manapun yang berpenduduk diatas 3 juta harus memiliki kawasan hutan sebanya 40% dari luas wilayahnya. New York, London, Hongkong, Paris, Doseldorf, Frankfurt Buenoes Aires, Tokyo,Ontario, Helsinki, Budapest, Melbourne, Teheran, Istanbul, Beijing, New Delhi …harus menghutankan kembali kota mereka   apa mereka mau?

Tapi setidaknya inilah diantara sekian banyak permasalahan kehutanan yang mungkin akan menjadi tanggung jawab Zulkifli Hasan,  Menteri Kehutanan periode 2009-2014, menggantikan MS Kaban.

“Presiden memberikan arahan bagaimana kekayaan alam dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Illegal logging juga dibicarakan. Dan yang juga mendapat perhatian presiden adalah kebakaran lingkungan yang terjadi di Jambi, Kalimantan Tengah, dan lainnya,” demikian pernyataannya yang dikutip pers usai “tes kesiapan bertugas” di Puri Cikeas Indah.

Sekarang beliau sudah  masuk memimpin Departemen Kehutanan.  Sifat dan perilaku hutan Indonesia menjadi  misterius karena  batas batas kawasannya yang entah dimana dalam kacamata masyarakat. Departemen ini jadinya seperti departemen misterius karena tidak mempunyai peta rinci hingga  tingkat kecamatan , sebagai acuan dan panduan bagi masyarakat apakah mereka berada didalam atau diluar kawasan hutan.

Kalau boleh saya sarankan agar beliau memprioritaskan langkah praktis pertama yaitu menerbitkan peta rinci kawasan hutan lengkap dengan garis garis koordinatnya dalam skala yang bisa dimiliki, dibaca dan dicerna masyarakat kecil. Batas batas kawasan hutan selama ini dipandang misterius karena bisa berubah ubah sesuai kepentingan siapa yang datang ke depatemen kehutanan dan siapa ‘orang dalam’ yang mengurusinya.

Sebagaimana pendahulunya, beliau adalah “orang luar” he he maksud saya beliau bukan pejabat karier Departemen Kehutanan. Dalam seratus hari mungkin akan merasakan angin dingin misterius hutan Indonesia mengusap tengkuknya. Saya mendoa agar beliau tahan dan tidak akan mundur , berjuang menjadikan hutan sebagai sumber kesejahteraan hidup anak bangsa, sesuai amanat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Semoga teruji lahir bathin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,888 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Oktober 2009
S S R K J S M
« Jul   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: