SyamJr's WebBlog

Fabel : Monyet dan Penguasa Pohon Jambu.

Posted on: September 24, 2014

Syam JrMungkin bukan karakternya seekor monyet dengan sabar menunggu dan tak terusik buah jambu yang berjatuhan ketika sore sehabis hujan. Yeahhh….mungkin ada pula yang namanya monyet “terpilih”. Ceteranya si Monyet mendapat “bisikan” yang kurang lebih begini ; Jika kamu ingin berkuasa maka mendekat dan berbuat baik kepada yang memegang kekuasaan. Bisikan sepertinya sekian lama terngiang ngiang di “hati” si monyet dalam kelana hidupnya. Suatu ketika Si Monyet menyaksikan seorang kakek yang duduk dibawah pohon jambu.

Segeralah si monyet teringat dengan bisikan tadi. “Nah ini dia, pasti si kakek adalah penguasa pohon jambu ini”. Lantas si monyet mendekat secara perlahan dan ia mengabaikan buah jambu segar yang berjatuhan berserakan. Sedemikan sabarnya tidak ada buah jambu yang mampu menggoda “kerakusan” si monyet. Sikapnya yang sabar dan terus memperhatikan si kakek tanpa menggangu sedikitpun berhasil mendapatkan perhatian si Kakek untuk “berdialog” dengan si Monyet.

Kakek: Sepanjang hari saya perhatikan kamu tidak memakan buah jambu yang berserakan, apakah kamu sakit sehingga kehilangan nafsu makan?”
Monyet : Tidak tuan kakek, saya sehat sehat saja.
Kakek : Mengapa kamu tidak memakan jambu ini.
Monyet : Saya tidak mau memakan jambu karena kakek tidak memberikannya.
Kakek : Monyet kok perlu ijin untuk makan jambu, tidak seperti umumnya monyet……

Si Monyet segera menyanggah sebelum si kakek meneruskan perkataanya. Anda tentu bisa menebak, manusia selalu member stigma bahwa yang namanya bangsa Monyet suka mencuri dan rakus.

Monyet : Mohon maaf kakek..saya tidak seperti umumnya monyet. Samalah seperti juga manusia memang banyak juga yang suka………..mohon maaf kakek saya tidak mau meneruskan kata kata saya.
Kakek: He he he katakana saja aku rapopo….kamu mau mengatakan apa?
Monyet : Saya adalah…….Monyet yang “terpilih”.
Kakek terkekeh dalam hatinya….He he he lucu jaman reformasi memang macam macam bisa terjadi. Ternyata ada juga ya istilahnya monyet yang terpilih. Okelah kalau begitu. “Sekarang apa keinginanmu karena aku memang kakek penguasa pohon jambu ini”.

Monyet berkata dalam hatinya bersyukur, karena kesabarannya dan tidak berlaku rakus, keinginan bertemu dengan penguasa pohon jambu terkabul juga.

Kakek : Hai monyet terpilih sekarang saya memberikannya. Silahkan makan sepuasnya.
Monyet : Mohon maaf kakek saya tidak bermaksud meminta makan jambu meskipun sejujurnya saya sangat lapar.
Kakek : Lantas apa yang kamu inginkan..
Monyet : Saya hanya ada satu keinginan.

Ohhhh begitu jadi kamu selama ini “berpuasa” untuk mencapai keingian itu silahkan katakan”, ujar si Kakek penguasa pohon jambu.
Monyet : Saya hanya ingin mengabdi kepada tuan.
Kakek : Hahhh…mengabdi bagaimana aku tidak paham bahasamu.
Monyet : Saya monyet menyaksikan kakek begitu lama duduk dibawah pohon jambu ini..sampai tua rambut kakek menjadi panjang dan lebat. Kakek sering menggaruk kepada yang gatal karena banyak kutunya. Saya ingin bekerja mencari dan membuang kutu di kepala kakek sampai habis bersih seluruhnya.

Ringkas ceritera si kakek sangat kagum, ternyata masih ada monyet yang berhati mulia dan akhirnya bersepakat. Si Monyet boleh “mengabdi” bekerja kepadanya sebagai pencari kutu. Sang waktu menyapanya setiap hari, minggu bahkan bulan berganti bulan  menyaksikan si monyet membelai kepala si kakek ketika ia mencari kutu.

Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Terjadi berbagai dialog antara kakek dangan si monyet tentang berbagai dinamika, romantika dan dialektika kehidupan, baik kehidupan monyet maupun kehidupan di dunia manusia.

Dilingkungan pohon jambu yang rindang, angin dingin bertiup membelai kelopak mata kakek. Setengah mendengar setengah tidak si kakek merasa terkejut ketika si monyet bertanya. Apa maksudnya di kehidupan manusia ada istilah yang lagi ngetop. Apa itu arti dan maksudnya pencabutan hak politik?

Kakek : Ahhhh pertanyaan apa itu…….biarlah itu urusan manusia….

Itulah ucapan kakek yang terakhir… dia tertidur dan tak pernah bangun lagi….
Si Monyet akhirnya menjadi ahli waris – sebagai penguasa pohon jambu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,824 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

September 2014
S S R K J S M
« Jun   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d blogger menyukai ini: