SyamJr's WebBlog

Please Don’t Comment Anymore Plesetan PDCA.

Posted on: Juni 6, 2015

Catatan Kecil dari Workshop :  Manajemen Perbaikan Berkelanjutan

  • PDCA Bermakna Please Don’t Comment Anymore.

Pada suatu seminar manajemen tentang PDCA – “Plan, Do, Check, Act” sang tutor minta komentar seorang peserta. Lantas dijawab dengan enteng Please – Don’t  – Comment – Anymore. Lakukan saja – just doing, katanya lagi menambahkan. Mungkin ada benarnya juga, upaya perbaikan terus menerus tidak akan berhasil jika terhenti pada dibicarakan saja pada seminar atau workshop namun tidak pernah dilakukan.

In house training biasa dilaksanakan suatu perusahaan yang  melakukan perbaikan system manajemennya. Bahkan bisa saja suatu perusahaan melaksanakannya dalam bentuk seminar ketika ingin mendapat feed back dari karyawan peserta seminar dalam upaya mendapatkan data empiris. Acara ini umumnya jika terjadi perubahan pimpinan baik pada tingkat board of director maupun pada level manajer.

PDCA, adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. PDCA cenderung kepada perusahaan industry manufacturing. Faktor persaingan di pasar membutuhkan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan mengikuti perkembangan pasar. Aktualnya PDCA sepertinya adalah inovasi berkelanjutan terkait dengan persaingan bebas global.

Walter Andrew Shewhart ( March 18, 1891 – 1967) Insinyur dan ahli statistic Amerika mengemukakan konsep statistical quality control and atau disebut juga sebagai Siklus Shewhart. Selanjutnya metodologi ini dikenal juga sebagai Siklus Deming yang mempopulerkannya.  William Edwards Deming (14 Oktober 1900 – 1993) adalah seorang insinyur, ahli statistik, profesor, penulis, dosen, dan konsultan manajemen Amerika.

PDCA adalah alat yang bermanfaat untuk melakukan perbaikan secara terus menerus tanpa berhenti.  Perusahaan memerlukan cara menilai sistem manajemen secara keseluruhan, dalam arti bagaimana sistem tersebut mempengaruhi setiap proses dan setiap karyawan serta diperluas pada setiap produk dan pelayanan.

Pengendalian pelayanan umumnya tergantung pada struktur  organisasi suatu perusahaan dalam hal mana jaringan kerja dengan kemampuan control terhadap cost produksi. Karena bagaimanapun perbaikan pelayanan dalam konteks proses produksi akan berujung pada beban biaya. Kontrol dalam hal ini sejatinya bermakna perbaikan tanpa menambah beban biaya. Efektifitas dan efisiensi operasional dalam peningkatan produksi yang berkualitas untuk mencapai taget yang ditentukan.

Pada dasarnya konsep PDCA tersebut merupakan sistem proses perbaikan kualitas secara sustainable tanpa berhenti yang harus dijalankan di seluruh bagian organisasi secara terintegrasi, terpadu dengan bagian lainnya. Kelemahan pada satu mata rantai proses produksi akan berakibat terhadap keseluruhan. Jika ada ungkapan “sakitnya tuh disini” pada salah satu bagian bisa menyebabkan turunnya kuantitas maupun kualitas produksi.

Simpul  singkat.

Catatan kecil dari mengikuti seminar PDCA mungkin dapat disarikan sebagai berikut. Planning harus berbasis data baik data sekunder maupun data empirik. Bagaimana menyusun data dan menganalisasinya untuk dimanfaat bagi upaya perbaikan berkelanjutan. Tanpa data sama dengan tak berilmu, tanpa ilmu mustahil bikin planning yang dapat diaplikasikan, terlaksana dengan baik.

Kerjakan atau doing. Melaksanakan suatu planning atau perencanaan membutuhkan penguasaan teknik, sistematika, formula dan basis pengalaman. Artinya jika dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat kesulitan yang menghambat, pengalaman kerja sebagai pembanding memberikan bimbingan bagaimana mengatasi hambatan tersebut. Pengalama ini menjadi  data atau referensi bagi tantangan kedepan.

Periksa dan teliti apakah pelaksanaan sudah sesuai dengan rencana, “check” rumusan Shewhart. “study” rumusan Deming. Keduanya bermakna setelah perencanaan tersebut dilaksanakan. Mungkin ada tokoh lainnya yang lebih cenderung C dalam PDCA adalah Controle – pengendalian. Adanya paktor pemeriksaan, pengawasan ketika pelaksanaan berlangsung. Alasannya, tidak semua pekerja penguasai system dan formula ketika “Doing” atau cenderung cuek dengan system dan formula. Saya lebih sepakat dengan rumusan pengendalian atau controle.

Act atau lakukan tindakan ketika mengetahui kelemahan atau hambatan dalam proses produksi. Tindakan tersebut tentu adalah perbaikan terhadap kesalahan, kelemahan atau hambatan. Dalam konteks pengendalian atau controle maka “Act” bermakna move on melakukan perubahan yang implementasinya ada pada planning berikutnya.

Btw, saya ingin membuat PDCA menjadi formula baru yaitu Planning = Ilman. Doing = Amalan. Cotrole = Syukran. Act = Taubatan.

  1. Ilman, data adalah sumber ilmu, tanpa ilmu perencanaan akan amburadul.
  2. Amalan – Doing, lakukan dengan niat baik dan yakin.
  3. Syukran . Bersyukur dengan cara pegendalian diri guna menghindari kesalahan atau menyimpang dari system.
  4. Taubatan karena memahami dan menyadari kelemahan atau kesalahan serta tidak akan mengulangi kesalahan serupa untuk kedepannya. Move on melakukan perubahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,824 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Juni 2015
S S R K J S M
« Mei   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d blogger menyukai ini: