SyamJr's WebBlog

Agama dan Politik Sampai Lebaran Kuda

Posted on: November 12, 2016

Sejak jaman Nabi Adam AS bersama Siti Hawa hingga kapanpun atau katakanlah sampai “lebaran kuda” yang namanya manusia selalu berinteraksi, disebut interaksi sosial. Guru bapaknya para guru kakek guru biang guru moyang guru menyebutnya bahwa manusia adalah makhluk social.
Interaksi social memerlukan aturan yang disebut hukum. Bagaimana hukum terbentuk, tentu ada prosesnya, diantaranya adalah proses politik. Hukum membentuk kekuasaan dan kekuasaan menjadi rebutan yang memerlukan dukungan public yang terkait dengan perilaku social karena kepentigan yang beragam dan tingkat kecerdasan atau inteletualitas serta keyakinan yang berbeda.
Dalam konsep keagamaan, perilaku social atau moralitas membutuhkan bimbingan. Secara teologis, hanya Tuhan yang maha kuasa yang menjadi sumber bimbingan kehidupan manusia sebab Tuhan adalah yang maha pencipta. Tuhan turunkan Nabi Adam AS sebagai pemimpin di bumi.
Tuhan turunkan para pemimpin atau leader, para nabi dan rasul yang menerima wahyuNya sebagai pedoman moralitas manusia agar kehidupan manusia penuh kedamaian . Kehidupan manusia yang ibadah. Inilah konsep leadership dari pandangan keagamaan.
Tetapi kita sering dengar orang mengatakan agar antara agama dan politik harus dipisahkan. Pandangan seperti ini saya kira bersumber pada filsafat materialism yang menganggap bahwa alam ada dengan sendirinya tanpa penciptaan. Filsafat yang membantah teologi, bahwa alam semesta raya ini diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, bukan ada dengan sendirinya.
Filsafat meterialisme yang kemudian memunculkan atheism. Tegasnya mereka yang memisahkan agama dari politik – politik terpisah dari agama adalah pendukung atheism – pendukung teori meterialistik. Ideologi komunisme. Pandangan ini juga merupakan pandangan lieberalisme karena liberalisme adalah sisi lain dari materialisme pada sekeping koin.
Keduanya berlawanan dengan pandangan keagamaan – kedua paham tersebut tidak mengakui penciptaan, membantah sunatulah , tidak mau dengan aturan tuhan. Pertentangan ideologis ini memunculkan gerakan politik yang merupakan keniscayaan. Jadi bagaiama mungkin muncul premis yang mengatakan bahwa antara agama dan politik harus dipisahkan.
Sampai “lebaran kuda” antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan.****

Banjarmasin, 12 Nopember 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 190,888 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

November 2016
S S R K J S M
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d blogger menyukai ini: