SyamJr's WebBlog

Posts Tagged ‘syam jr

Sejak jaman Nabi Adam AS bersama Siti Hawa hingga kapanpun atau katakanlah sampai “lebaran kuda” yang namanya manusia selalu berinteraksi, disebut interaksi sosial. Guru bapaknya para guru kakek guru biang guru moyang guru menyebutnya bahwa manusia adalah makhluk social.
Interaksi social memerlukan aturan yang disebut hukum. Bagaimana hukum terbentuk, tentu ada prosesnya, diantaranya adalah proses politik. Hukum membentuk kekuasaan dan kekuasaan menjadi rebutan yang memerlukan dukungan public yang terkait dengan perilaku social karena kepentigan yang beragam dan tingkat kecerdasan atau inteletualitas serta keyakinan yang berbeda.
Dalam konsep keagamaan, perilaku social atau moralitas membutuhkan bimbingan. Secara teologis, hanya Tuhan yang maha kuasa yang menjadi sumber bimbingan kehidupan manusia sebab Tuhan adalah yang maha pencipta. Tuhan turunkan Nabi Adam AS sebagai pemimpin di bumi.
Tuhan turunkan para pemimpin atau leader, para nabi dan rasul yang menerima wahyuNya sebagai pedoman moralitas manusia agar kehidupan manusia penuh kedamaian . Kehidupan manusia yang ibadah. Inilah konsep leadership dari pandangan keagamaan.
Tetapi kita sering dengar orang mengatakan agar antara agama dan politik harus dipisahkan. Pandangan seperti ini saya kira bersumber pada filsafat materialism yang menganggap bahwa alam ada dengan sendirinya tanpa penciptaan. Filsafat yang membantah teologi, bahwa alam semesta raya ini diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, bukan ada dengan sendirinya.
Filsafat meterialisme yang kemudian memunculkan atheism. Tegasnya mereka yang memisahkan agama dari politik – politik terpisah dari agama adalah pendukung atheism – pendukung teori meterialistik. Ideologi komunisme. Pandangan ini juga merupakan pandangan lieberalisme karena liberalisme adalah sisi lain dari materialisme pada sekeping koin.
Keduanya berlawanan dengan pandangan keagamaan – kedua paham tersebut tidak mengakui penciptaan, membantah sunatulah , tidak mau dengan aturan tuhan. Pertentangan ideologis ini memunculkan gerakan politik yang merupakan keniscayaan. Jadi bagaiama mungkin muncul premis yang mengatakan bahwa antara agama dan politik harus dipisahkan.
Sampai “lebaran kuda” antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan.****

Banjarmasin, 12 Nopember 2016

Iklan

Ketika Harimau marah marah dan mengumpat si Pelanduk, “tidak ada hewan yang lebih dungu dari kamu”, kata sang raja rimba. Pelanduk hanya tersenyum dan berkata “baik tuan raja rimba hamba pegang kata kata tuan, pelanduk adalah hewan paling dungu. Akan kukabarkan bahwa semua hewan termasuk tuan harimau si raja rimba adalah hewan yang dungu, kecuali saya.

Sang raja sempat agak kaget mendengar jawaban Pelanduk dan coba menganalisa ucapannya sendiri. Tetapi Pelanduk dengan cepat menghilang dibalik semak belukar. Tak perlu waktu lama, ia menuliskan pada wall FB – “Semua hewan termasuk tuan harimau si raja rimba adalah hewan yang dungu, kecuali saya”. Pelanduk alias si Kancil berceloteh ria.

Karuan saja mendapat respon dari banyak “fesbookers” yang umumnya menghujat, mamaki bahkan ada yang menghina. Last but not least pelanduk jadi ngetop markotop. Meskipun mungkin masuk kategore antagonis. Masa sih, nulis di wall FB kayak gitu nggak sopan bingits. Tapi masih untung Pelanduk tidak tuliskan – “Semua hewan termasuk Harimau di raja rimba adalah hewan yang korup, kecuali saya.”

Dari sekian banyak komentar dan tanggapan, pastinya tidak seekorpun yang coba bertanya. Bahkan Burung Hantu Dumbledore…..sang “profesor” sekalipun tidak berani bertanya….mengapa kecuali pelanduk. Ketika saya tanya mengapa saudara jadi pengecualian. Pelanduk hanya mempersilahkan bertanya langsung kepada Harimau sang raja rimba.

Singkat cerita, musim pemilu segera tiba untuk memilih raja baru menggantikan Sang Rahimau. Berbagai statemen yang bernada kampanye menyeruak memecah keheningan rimba. Media mainstream, medol dan medsos ramai membicarakan si pelanduk. Semakin dihujat semakin populerlah dia.

Para pendukung pelanduk menyebutnya sebagai ikon perubahan, tokoh kontroversial yang berani berbeda, tokoh yang kritis dan tak lupa pula di personifikasi dengan persepsi sebagai tokoh yang cerdas. Namanya juga kampanye, begitu kurang lebih ungkapan tokoh intelijen dari dunia hewan.
Pemilu sudah usai, hasilnya Pelanduk menang, terpilih menjadi Sang Raja Rimba yang baru menggantikan Harimau.

“Kok bisa ya” publik bertanya tanya, bagaimana mingkin Harimau tokoh kuat, petahana yang berprestasi bisa dikalahkan oleh Pelanduk yang dikenal akal akalan. Seabrek prestasi Harimau sirna seperti bayangan ditelah cahaya. Hilang dari memori rakyat yang dulu memujanya.

Tapi begitulah reaitas kontradiktif dengan keinginan. Satu hal yang menjadi catatan, apakah gerangan kebenaran ucapan sang Harima terhadap pelanduk. Katak Hijau memberanikan diri bertanya, apa yang pernah dikatakan mantan raja kepada Pelanduk. Sang Harimau menyatakan bahwa ia menyesal pernah memaki si Pelanduk dengan kasar.
Saya menyesal, sebagai raja mestinya saya adalah bagian dari seluruh bangsa hewan. Mestinya tidak pernah memaki siapapun karena bangsa hewan berbeda dengan bangsa manusia.

Syam Jr.
4 Mei 2015

Syam JrMungkin bukan karakternya seekor monyet dengan sabar menunggu dan tak terusik buah jambu yang berjatuhan ketika sore sehabis hujan. Yeahhh….mungkin ada pula yang namanya monyet “terpilih”. Ceteranya si Monyet mendapat “bisikan” yang kurang lebih begini ; Jika kamu ingin berkuasa maka mendekat dan berbuat baik kepada yang memegang kekuasaan. Bisikan sepertinya sekian lama terngiang ngiang di “hati” si monyet dalam kelana hidupnya. Suatu ketika Si Monyet menyaksikan seorang kakek yang duduk dibawah pohon jambu.

Segeralah si monyet teringat dengan bisikan tadi. “Nah ini dia, pasti si kakek adalah penguasa pohon jambu ini”. Lantas si monyet mendekat secara perlahan dan ia mengabaikan buah jambu segar yang berjatuhan berserakan. Sedemikan sabarnya tidak ada buah jambu yang mampu menggoda “kerakusan” si monyet. Sikapnya yang sabar dan terus memperhatikan si kakek tanpa menggangu sedikitpun berhasil mendapatkan perhatian si Kakek untuk “berdialog” dengan si Monyet.

Kakek: Sepanjang hari saya perhatikan kamu tidak memakan buah jambu yang berserakan, apakah kamu sakit sehingga kehilangan nafsu makan?”
Monyet : Tidak tuan kakek, saya sehat sehat saja.
Kakek : Mengapa kamu tidak memakan jambu ini.
Monyet : Saya tidak mau memakan jambu karena kakek tidak memberikannya.
Kakek : Monyet kok perlu ijin untuk makan jambu, tidak seperti umumnya monyet……

Si Monyet segera menyanggah sebelum si kakek meneruskan perkataanya. Anda tentu bisa menebak, manusia selalu member stigma bahwa yang namanya bangsa Monyet suka mencuri dan rakus.

Monyet : Mohon maaf kakek..saya tidak seperti umumnya monyet. Samalah seperti juga manusia memang banyak juga yang suka………..mohon maaf kakek saya tidak mau meneruskan kata kata saya.
Kakek: He he he katakana saja aku rapopo….kamu mau mengatakan apa?
Monyet : Saya adalah…….Monyet yang “terpilih”.
Kakek terkekeh dalam hatinya….He he he lucu jaman reformasi memang macam macam bisa terjadi. Ternyata ada juga ya istilahnya monyet yang terpilih. Okelah kalau begitu. “Sekarang apa keinginanmu karena aku memang kakek penguasa pohon jambu ini”.

Monyet berkata dalam hatinya bersyukur, karena kesabarannya dan tidak berlaku rakus, keinginan bertemu dengan penguasa pohon jambu terkabul juga.

Kakek : Hai monyet terpilih sekarang saya memberikannya. Silahkan makan sepuasnya.
Monyet : Mohon maaf kakek saya tidak bermaksud meminta makan jambu meskipun sejujurnya saya sangat lapar.
Kakek : Lantas apa yang kamu inginkan..
Monyet : Saya hanya ada satu keinginan.

Ohhhh begitu jadi kamu selama ini “berpuasa” untuk mencapai keingian itu silahkan katakan”, ujar si Kakek penguasa pohon jambu.
Monyet : Saya hanya ingin mengabdi kepada tuan.
Kakek : Hahhh…mengabdi bagaimana aku tidak paham bahasamu.
Monyet : Saya monyet menyaksikan kakek begitu lama duduk dibawah pohon jambu ini..sampai tua rambut kakek menjadi panjang dan lebat. Kakek sering menggaruk kepada yang gatal karena banyak kutunya. Saya ingin bekerja mencari dan membuang kutu di kepala kakek sampai habis bersih seluruhnya.

Ringkas ceritera si kakek sangat kagum, ternyata masih ada monyet yang berhati mulia dan akhirnya bersepakat. Si Monyet boleh “mengabdi” bekerja kepadanya sebagai pencari kutu. Sang waktu menyapanya setiap hari, minggu bahkan bulan berganti bulan  menyaksikan si monyet membelai kepala si kakek ketika ia mencari kutu.

Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Terjadi berbagai dialog antara kakek dangan si monyet tentang berbagai dinamika, romantika dan dialektika kehidupan, baik kehidupan monyet maupun kehidupan di dunia manusia.

Dilingkungan pohon jambu yang rindang, angin dingin bertiup membelai kelopak mata kakek. Setengah mendengar setengah tidak si kakek merasa terkejut ketika si monyet bertanya. Apa maksudnya di kehidupan manusia ada istilah yang lagi ngetop. Apa itu arti dan maksudnya pencabutan hak politik?

Kakek : Ahhhh pertanyaan apa itu…….biarlah itu urusan manusia….

Itulah ucapan kakek yang terakhir… dia tertidur dan tak pernah bangun lagi….
Si Monyet akhirnya menjadi ahli waris – sebagai penguasa pohon jambu.

Dari Surga Surat Salah Alamat.

Puisi oleh : Syam Jr.

———————————————-

Tak mungkin ada surat dari surga

Tapi ini memang surat

Bukan mail elektronik

Bukan dari dunia maya

Surat kugapai dan kubaca

Memberi tahu kedatangan

Sang Malak al-Maut

Hemmm

Ku cubit pipi kukedip mata

Di mulut masih ada gigi palsu

Semuanya nyata.

Hemmm

Segera saja kutulis surat balasan

Kepada Malak Al-Maut di Syurga

Kuantar surat ke loket pos terdekat

Pak Pos hanya tersenyum

Berbisik dia

Memberi  isyarat telunjuk centang miring di jidat

Ini orang miring ini orang gila

Hemmm

Segara

Surat balasan kutulis

Yang terhormat malaikat

Surat anda salah alamat

Ku jelaskan aku bukan orang dimaksud

Cuma nama memang sama

Namun kami beda kesatuan

Pangkat juga berbeda

Aku cuma pensiunan kopral

Pasti dia yang anda maksud

Dia pensiunan jenderal

Seperti tertulis alamat surat dari surga

Hmmm

Kami memang sama bertempur tapi dari kesatuan berbeda

Kami  memang sama belum sempat ditabrak peluru

Aku berlindung dibalik batu

Dia tiarap melulu

Kami sama dipanjangkan umur

Untuk bersaksi ketika lamur

Selagi hidup

Kesempatan untuk mengakui

Dan bersaksi.

Apa yang akan terjadi besok setelah 9 Desember 2009, mungkin suatu gerakan yang me’manage’ aspirasi semangat anti korupsi menjadi suatu gerakan politik. Sebagai suatu gerakan politik adalah pasti dan tidak multi tafsir. Namun apakah gerakan itu murni dijiwai oleh semangat anti korupsi atau ada skema politik yang lain, tentu masih tanda tanya. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sendiri dengan pernyataanya telah mengingatkan public tentang kemungkinan adanya  gerakan tersebut.

Pada rapat paripurna kabinet (4/12), Presiden SBY mensinyalir aksi massa besar-besaran itu akan dimanfaatkan kelompok tertentu untuk tujuan politis. “Saya mendapatkan informasi, pada 9 Desember akan ada gerakan sosial. Sebagian ingin betul-betul ingin memperingati Hari Antikorupsi. Tapi ada informasi yang saya dapatkan, motifnya bukan itu, tapi motif politik yang tidak berkaitan dengan korupsi,” kata Presiden SBY. Bahkan Ada muncul satu tokoh yang lima tahun terakhir ini tiba-tiba muncul, ya selamat datang,” kata SBY.

Baca entri selengkapnya »

Penggunaan hak angket yang diusulkan sebagian anggota DPR RI merupakan aspirasi rakyat. Namun demikian  tidak seluruh rakyat lantas terwakili menyetujui penggunan hak angket terhadap kasus bailout Bank Century. Saya yang merasa aspirasi politiknya tidak terwakili, dengan ini mengusulkan agar DPR RI menghentikan upaya penggunaan hak angket terkait kasus tersebut. Mengapa?

Baca entri selengkapnya »

Masalah hutan dan kehutanan manakala ditinjau dengan terminology ‘global warming’ akan merugikan kepentingan nasional bangsa Indonesia. Sebab kesepakatan politik global ini mendudukan hutan tropis sebagai wilayah konservasi sumber karbohidrat. Meskipun skema  carbon trade  protocol Kyoto memberikan konvensasi sekian USD untuk setiap hektar hutan, tetap saja kepentingan nasional kita kalah dalam percaturan kepentingan global.

Baca entri selengkapnya »


Pengantar

Blog ini dibuat pada 15 Maret 2008 untuk menuliskan fikiran dan pandangan guna memahami orang lain melalui feed back atau tanggapan atas pemikiran yang tertulis, terutama pemikiran dari generasi muda yang sedang memainkan perannya diatas lantai kehidupan berbangsa di republik ini. About Me

Since March 15, 2008.

  • 204,321 hits

Pagerank Checker

Page Rank Check
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Guest IP

IP

Visitors Map

Blog Indonesia

Blogger Indonesia

Current Moon

CURRENT MOON

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip

Syam Jr

Desember 2017
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031